MEMANGGIL.CO - Minuman yang bisa memabukkan atau menghilangkan akal seseorang dalam ajaran Islam dikenal sebagai khamr.
Dalam ajaran Islam, Allah melarang umat-Nya agar tidak sedikitpun mengkonsumi khamr. Berbagai alasan dikemukakan di balik diharamkannya khamr.
Mengutip buku Pendidikan Agama Islam XI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (2021: 76) dijelaskan mengenai pengertian khamr dan bagaimana cara untuk menyikapinya.
Pengertian Khamr
Khamr ( ) adalah jenis minuman dan makanan yang dapat memabukkan dan menghilangkan kesadaran seseorang. Makna lainnya adalah segala apapun yang memabukkan atau merusak akal sehat.Ayat Alqur'an dan Hadist yang Menjelaskan Khamr
Rasulullah Saw. bersabda: Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah diharamkan. (HR. Ahmad dan Abu Daud).Itulah sebabnya khamr menurut istilah Al-Quran disebut /rijs (perilaku yang sangat buruk, jijik, kotor, bahkan najis).
Begitu besar kerugian akibat khamr antara lain: menjadi sumber penyakit, merusak saraf dan mental, bersifat racun/meracuni, merusak liver, merusak akhlak dan sumber segala kerusakan.
Hal tersebut dituangkan Allah dalam Q.S. al-Maidah/5:90-91.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu, agar kamu beruntung". (Q.S. al-Midah/5: 90).

"Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?". (Q.S. al-Midah/5: 91).
Itulah sebabnya, Islam mengelompokkan perilaku tersebut, sebagai bagian dari perbuatan setan, dan Al-Quran secara tegas menyebutkan bahwa setan itu musuh utama manusia (Q.S. al-Isr/17: 26-27).
Sikap Terhadap Khamr
1. Tidak coba-coba memakai atau meminum khamr (miras), karena bahaya dan madharatnya sangat besar, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.2. Mengedepankan pola hidup bersih lahir batin; menjauhi sikap dan perilaku yang menjadikan kehidupan rugi secara cepat dan drastis; tetap menjaga akalnya, agar tetap sehat (tidak dikotori dengan khamr; mencari rezeki yang halal dan berkah; serta timbulnya kesadaran sendiri untuk menjalankan aturan agama secara baik dan benar).
Itulah penjelasan tentang khamr atau minuman keras yang jangan pernah kita meneguknya sedikitpun.