MEMANGGIL.CO - Kebakaran 30 rumah di Jalan Tegal Amba, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga akibat petasan, kebakaran ini dikatakan oleh Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat (28/2/2025).
"Mungkin bukan dari listrik tapi dari petasan. Objek yang terbakar sebanyak 30 rumah semi permanen dan kontrak," jelas Perwira Piket Sudin Damkar Jakarta Timur Gunawan dikutip dari Antara.
Kebakaran yang menghanguskan 30 rumah tersebut menurutnya, tidak ada korban jiwa. Area yang terbakar kurang lebih menghanguskan area seluas 600 meter persegi. Namun kebakaran ini terdapat satu orang yang tangannya robek.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut didapat dari informasi dari warga yang melaporkan ke Pos Pondok Bambu pada waktu menjelang ibadah sholat Magrib.
Seusai mendapatkan laporan dari warga, pemadam kebakaran langsung menuju ke lokasi kejadian kebakaran untuk memadamkan kobaran api. Kebakaran yang diduga akibat petasan ini dibantu 19 unit pemadam kebakaran.
"Awalnya api terlihat dari lantai dua rumah Bapak Yadi. Warga melihat api langsung membesar karena di lantai rumah tersebut, pemilik menyimpan petasan," lanjutnya.
Petugas kebakaran berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 21.00 WIB, kemudian petugas melakukan cleaning puing-puing akibat kobaran api dari 30 rumah. Sebelumnya, warga sempat berupaya memadamkan api alat seadanya sebelum petugas datang.

"Dari seberang kan api sudah kelihatan. Nah warga udah mencoba padamkan api pakai air di ember. Semua warga ikut tapi tetap nggak bisa, nggak mempan. Udah keburu besar apinya. Ada belasan rumah," ungkap Lili, korban kebakaran saat diwawancarai wartawan di area kebakaran.
Ia juga menceritakan, bahwa api diduga muncul dari salah satu rumah warga yang berada di sebrang rumahnya itu. Dirinya melihat itu saat dirinya duduk didepan rumah seusai dirinya pulang dari kerjaan.
Selang beberapa waktu melihat api yang muncul dan semakin besar, dirinya bersama warga berusaha memadamkannya dengan menggunakan ember yang diisi air. Usaha yang dilakukan itu tidak bisa memadamkannya karena apin dengan cepat membesar dan menyambar rumah lainnya.
"Cepat banget merembetnya. Kita udah berusaha padamin sekitar 30 menit.Ttapi nggak bisa. Keburu membesar. Jadi beberapa warga langsung lapor juga ke pos pemadam kebakaran," kata Lili.