Surabaya, MEMANGGIL.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Preman dan Satgas Reformasi Agraria guna menciptakan keamanan serta kepastian hukum pertanahan di Kota Pahlawan.
Langkah strategis ini diambil untuk memutus rantai konflik pertanahan dan tindakan premanisme yang selama ini meresahkan warga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kedua satgas tersebut merupakan kolaborasi penuh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Di dalamnya terlibat lintas instansi mulai dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan, Kepolisian, hingga jajaran Pemkot Surabaya.
"Ada Satgas Anti-Preman, dan yang kedua adalah Satgas terkait dengan Gugus Tugas Reformasi Agraria.
Penanganannya bukan hanya pemerintah kota, tapi seluruh Forkopimda yang ada di Kota Surabaya," kata Eri Cahyadi di temui usai pelantikan di Graha Sawunggaling, Jumat, 2 Januari 2026.
Eri menekankan, persoalan sengketa tanah kini tidak lagi hanya menjadi beban di tingkat kelurahan. Melalui Satgas Reformasi Agraria yang terintegrasi langsung dengan BPN, ia berharap tidak ada lagi konflik berkepanjangan antarwarga terkait legalitas surat tanah.
"Kalau ada masyarakat berhubungan dengan masalah tanah, tidak hanya melalui lurah, tapi bisa langsung mengajukan ke Satgas Reformasi Agraria. Tujuannya agar tidak ada lagi 'gegeran' (pertikaian) antarwarga perkara surat," tandasnya.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya juga mengimbau warga yang merasa menjadi korban penipuan atau praktik mafia tanah untuk segera melapor. Satgas ini dibentuk untuk memberikan solusi konkret dan menghindari pemberian harapan palsu kepada masyarakat.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kedua Satgas ini rencananya akan disebar di lima wilayah administratif, yakni Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan, dan Pusat. Saat ini, kantor layanan masih terpusat di kawasan pusat kota, tepatnya di samping Kantor Inspektorat.
"Tim sudah terbentuk dan siap bekerja. Ada BPN, Kejaksaan, Kepolisian, dan Pemkot. Jadi, kalau masalah itu mentok di satu instansi, dengan adanya reformasi ini semua jadi satu wadah sehingga masalah cepat selesai," pungkas Eri Cahyadi.