Surabaya, MEMANGGIL.CO  - Mengawali kalender kerja tahun 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIT JBM memperkuat sinergi dengan warga di sekitar aset penyaluran tenaga listrik melalui peluncuran program “Desa Siaga Bencana.”

Program tersebut resmi dimulai di Pendopo Kantor Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, pada Rabu (7/1/2026).

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Gresik, PLN UIT JBM menggelar agenda perdana berupa Simulasi Tanggap Bencana Gempa Bumi yang diikuti puluhan warga setempat.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan ketahanan masyarakat.

Menurutnya, program TJSL bukan sekadar formalitas, melainkan upaya berkelanjutan untuk memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

“Program TJSL ini adalah bentuk nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, simulasi gempa bumi ini menjadi rangkaian awal dari program Desa Tanggap Bencana yang telah kami rancang sejak akhir 2025.

"Ke depan, kami juga menyiapkan program pipanisasi air bersih sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan di wilayah ini,” ujar Ika dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).

Pemilihan Desa Tanjung sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Drs. Sukardi, M.M., menjelaskan bahwa wilayah Gresik memiliki tingkat risiko geologi yang cukup tinggi. Daerah ini dilintasi oleh empat sesar aktif, yakni Sesar Gresik, Surabaya, RMKS, dan Muria (Tuban).

Sate Pak Rizki

“Struktur tanah di wilayah Gresik Selatan tergolong lembek, sehingga sangat berpotensi mengalami amblesan jika terjadi gempa di atas 5 skala Richter," ungkapnya.

"Melalui simulasi ini, kami ingin masyarakat memahami langkah penyelamatan yang tepat agar risiko dan fatalitas dapat diminimalisir,” tambahnya.

Sukardi di hadapan lebih dari 50 peserta yang terdiri dari pengurus RT, RW, serta lembaga kemasyarakatan desa.

Selain memberikan edukasi kebencanaan, program Desa Siaga Bencana ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti arahan teknis dari tim ahli terkait prosedur evakuasi, mitigasi mandiri, dan respons cepat saat terjadi bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran manajemen PLN UIT JBM, Kepala Desa Tanjung, serta unsur Forkopimca Kecamatan Kedamean. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa upaya pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Melalui inisiatif ini, PLN UIT JBM menegaskan perannya tidak hanya sebagai tulang punggung penyaluran listrik di Jawa Timur dan Bali, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan dan perlindungan masyarakat.

“Harapan kami, kesiapsiagaan warga semakin meningkat. Dengan begitu, ketika kondisi terburuk terjadi, masyarakat sudah siap dan dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya.