Blora, MEMANGGIL.CO - Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, kembali menegaskan perannya sebagai penjaga kearifan lokal Jawa Tengah. Desa yang dikenal sebagai pusat komunitas Sedulur Sikep (Samin) ini resmi diusulkan untuk ditetapkan sebagai Desa Budaya, sebagai langkah strategis melestarikan nilai tradisi sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa berbasis budaya.

Pengusulan tersebut dibahas dalam forum diskusi bersama tim lintas sektor yang membahas secara komprehensif tahapan, kesiapan, hingga strategi penetapan Desa Klopoduwur sebagai Desa Budaya. Diskusi ini menjadi fondasi awal agar proses yang dijalankan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar berorientasi pada keberlanjutan.

Bupati Blora, H. Arief Rohman menegaskan bahwa Desa Klopoduwur memiliki kekuatan budaya yang autentik dan masih hidup dalam keseharian masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai luhur Sedulur Sikep merupakan warisan yang harus dijaga sekaligus dikembangkan secara bijak.

“Desa Klopoduwur memiliki kearifan lokal Sedulur Sikep yang sangat kuat dan masih terjaga hingga sekarang. Ini adalah kekayaan budaya yang tidak dimiliki semua daerah dan harus kita lestarikan bersama,” ujar Gus Arief panggilannya, ditulis Senin (12/1/2026). 

Ia menjelaskan, penetapan Desa Budaya bukan hanya bertujuan menjaga tradisi, tetapi juga menjadi instrumen pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan dengan berbasis pada identitas lokal.

“Dengan ditetapkannya sebagai Desa Budaya, kita berharap pengembangan ekonomi desa berbasis budaya bisa dilaksanakan lebih maksimal. Mulai dari kerajinan, seni tradisi, hingga wisata budaya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Desa Klopoduwur selama ini dikenal luas sebagai ruang hidup budaya Sedulur Sikep, komunitas adat yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, kesederhanaan, kebersamaan, dan harmoni dengan alam. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga membentuk karakter sosial masyarakat yang kuat dan berdaya.

Sate Pak Rizki

Selain kekayaan tradisi, Klopoduwur juga memiliki potensi kerajinan dan produk budaya lokal yang beragam. Kerajinan rakyat, seni pertunjukan tradisional, hingga tradisi lisan yang diwariskan lintas generasi menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif desa.

Gus Arief menambahkan, status Desa Budaya akan membuka peluang dukungan lebih luas dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun komunitas budaya.

“Dengan sinergi semua pihak, Desa Klopoduwur bisa menjadi contoh desa budaya yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warganya,” tegasnya.

Ke depan, Klopoduwur diharapkan mampu menjadi model pembangunan desa yang menempatkan budaya sebagai pusat pertumbuhan. Sinergi antara masyarakat adat Sedulur Sikep, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar Desa Budaya benar-benar tumbuh dari masyarakat dan memberi dampak nyata.

Semangat kebersamaan yang telah mengakar kuat di Desa Klopoduwur sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Blora, yakni mewujudkan daerah yang akur, makmur, dan misuwur, serta maju dan berkelanjutan.