Blora, MEMANGGIL.CO - Tidak sedikit orang yang merasa malu ketika menangis. Bahkan, sebagian orang sering mendapat komentar seperti “kok cengeng”, “kok gampang nangis”, "apa-apa nangis" atau dianggap terlalu sensitif.
Padahal, dari sisi kesehatan, menangis bukanlah sesuatu yang buruk. Justru, menahan perasaan terlalu lama bisa berdampak kurang baik bagi tubuh, (14/3/26).
Dilansir dari laman Alodokter, memendam emosi dalam waktu lama dapat meningkatkan stres kronis. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem tubuh, mulai dari kesehatan mental hingga kesehatan fisik.
Ketika seseorang terus menahan marah, sedih, atau kecewa tanpa pernah menyalurkannya, tubuh akan terus berada dalam kondisi tegang.
Stres yang berkepanjangan bahkan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Jika daya tahan tubuh menurun, kemampuan tubuh untuk melawan penyakit juga ikut berkurang.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa stres emosional yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit serius seperti kanker, dan autoimun.
Selain itu, tekanan emosi yang terus dipendam juga bisa memicu gangguan kesehatan lain. Mulai dari tekanan darah meningkat, gangguan pencernaan, sulit tidur, hingga masalah pada jantung.
Dalam beberapa kasus, stres yang tidak dikelola dengan baik juga dikaitkan dengan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Di sisi lain, menangis sebenarnya merupakan proses alami tubuh untuk melepaskan tekanan. Saat seseorang menangis, tubuh akan membantu mengeluarkan hormon stres melalui air mata.
Tidak hanya itu, menangis juga bisa merangsang keluarnya hormon yang membuat tubuh lebih rileks dan perasaan menjadi lebih tenang.
Karena itu, tidak ada salahnya memberi ruang pada diri sendiri untuk mengekspresikan perasaan. Menangis sesekali bukan berarti kamu lemah, tapi itu adalah cara tubuh meredakan beban emosi yang sedang dirasakan.
Agar emosi tidak terus menumpuk, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan menuliskan perasaan yang sulit diungkapkan dalam catatan.
Cara sederhana ini sering membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan.
Berbicara dengan orang yang dipercaya juga bisa menjadi jalan keluar sebuah masalah. Menceritakan masalah kepada teman, keluarga, atau orang terdekat dapat membantu mengurangi beban pikiran. Selain itu, melakukan aktivitas fisik seperti olahraga juga diketahui mampu membantu mengurangi stres.
Jika perasaan tertekan terasa terlalu berat dan sulit diatasi sendiri, langsung konsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog. Dengan begitu, kesehatan mental tetap terjaga dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Maka dari itu, menangis bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan atau dipermalukan. Kadang, air mata justru menjadi cara tubuh mengatakan bahwa kita sedang butuh waktu untuk menenangkan diri.