Mojokerto, MEMANGGIL CO – Setelah sempat “tidur panjang” sejak 2019, Pacet Band Community (PBC) akhirnya kembali menunjukkan eksistensinya. Momentum Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai titik balik kebangkitan komunitas musik tersebut melalui kegiatan halal bihalal yang digelar di kafe Rooftop Pacet, Mojokerto, Sabtu (11/4/2026) malam.
Acara ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan menjadi ajang temu kangen para musisi yang tergabung dalam PBC. Tak hanya sekadar silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi penanda kembalinya denyut aktivitas komunitas yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.
PBC sendiri dikenal sebagai wadah berkumpulnya band-band dari berbagai genre musik, mulai dari rock hingga pop. Sejumlah nama yang turut meramaikan komunitas ini antara lain MEZZALUNA, TEMPERATURE, GRASSHOPER, JOBAZ, MR VOODOO, THE PEPPERS, NGASAL BRITISH, hingga THE LOSS DAD.
Ketua pelaksana kegiatan, Andreas, mengungkapkan rasa bahagianya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menyebut momen ini sangat berarti karena menjadi pertemuan perdana setelah sekian lama para anggota tidak berkumpul dalam satu forum.
“Sudah lama sekali kita tidak mengadakan kegiatan seperti ini. Terakhir sekitar tahun 2019 di kawasan Bundaran Pacet. Jadi ini benar-benar jadi ajang melepas rindu sekaligus menghidupkan kembali semangat kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Andreas, halal bihalal ini tidak hanya menjadi ruang temu, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun kembali soliditas komunitas. Ia berharap PBC bisa kembali aktif menggelar berbagai event musik seperti masa kejayaannya di era 2000-an.
Kemeriahan acara semakin terasa saat para musisi menggelar sesi “jamming” bersama. Dalam sesi ini, para personel dari berbagai band berkolaborasi secara spontan, menciptakan harmoni yang unik dan menghibur. Suasana santai berpadu dengan kreativitas yang mengalir tanpa batas, memperlihatkan kekuatan kebersamaan di antara para anggota.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize yang menambah semangat peserta. Kegiatan ini pun dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk merancang agenda ke depan, termasuk rencana penyelenggaraan event musik dalam waktu dekat.
“Kami sudah mulai membahas rencana kegiatan berikutnya, apalagi menjelang bulan Agustus yang biasanya identik dengan berbagai event. Harapannya, PBC bisa kembali aktif dan menghadirkan acara yang sukses seperti dulu,” tambah Andreas.
Sementara itu, Ketua PBC, Hendrik yang akrab disapa Wak’hen, menyoroti perubahan besar dalam dunia musik, khususnya dari sisi perkembangan teknologi. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan era awal 2000-an ketika komunitas musik masih memiliki keterbatasan dalam hal dokumentasi dan promosi.
“Dulu semuanya serba terbatas. Handphone masih sederhana, belum ada Android, dan untuk dokumentasi harus menyewa kameramen. Sekarang jauh lebih mudah, semua bisa dilakukan sendiri dengan teknologi yang ada,” jelasnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini justru menjadi peluang besar bagi para musisi untuk lebih produktif dan kreatif. Ia berharap kebangkitan PBC bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para anggotanya untuk kembali meramaikan skena musik lokal.
“Dengan kemudahan sekarang, kami optimistis PBC bisa kembali aktif. Semoga ke depan kegiatan-kegiatan yang direncanakan bisa berjalan lancar dan semakin mempererat persaudaraan antaranggota,” pungkasnya.
Melalui kegiatan halal bihalal ini, Pacet Band Community tidak hanya melepas kerinduan antaranggota, tetapi juga menandai awal baru dalam upaya menghidupkan kembali gairah musik komunitas di wilayah Pacet dan sekitarnya.
Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melangkah ke depan dengan lebih solid dan kreatif.