Surabaya, MEMANGGIL.CO – Puluhan penyandang disabilitas di Kota Malang mendapatkan akses layanan kesehatan dan terapi gratis melalui program Posyandu
Disabilitas yang digelar di Jalan Danau Sentani Tengah, Madyopuro, Kamis, 9 April 2026 lalu.
Program tersebut bertujuan untuk mempermudah kelompok rentan dalam mendapatkan pemeriksaan medis yang selama ini sulit dijangkau.
Kegiatan yang digagas Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang bekerja sama dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa ini mencakup berbagai layanan medis esensial.
Para peserta menjalani pengukuran indikator kesehatan dasar, seperti tinggi dan berat badan, pemeriksaan kesehatan umum, hingga sesi terapi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Manager PLN UPT Malang, Emmy Muflihatun Asana, mengatakan, program tersebut merupakan langkah konkret untuk membuka akses layanan kesehatan dan terapi bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas.
"Kami berharap melalui posyandu ini, hambatan akses kesehatan dapat diminimalisir dan menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan," kata Emmy dalam keterangan resminya, Senin, 13 April 2026
Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menambahkan, keterlibatan personel perempuan dalam aksi sosial ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, program inklusif seperti ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ika menyebutkan, selain pemeriksaan fisik, kolaborasi ini juga melibatkan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui aksi ini, PLN berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan sosial, selain tugas utamanya sebagai penyedia infrastruktur kelistrikan.
"Layanan posyandu khusus ini diharapkan dapat menjadi model pelayanan kesehatan yang inklusif di wilayah Malang Raya, mengingat kebutuhan akan terapi berkelanjutan bagi penyandang disabilitas masih sangat tinggi," pungkas Ika Sudarmaja.