Surabaya, MEMANGGIL.CO - Rumah Sakit (RS) Ubaya memperkuat kolaborasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) dalam penanganan cedera atlet.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus meminimalkan risiko cedera yang kerap mengganggu performa saat latihan maupun kompetisi.
Direktur RS Ubaya, Wenny Retno Sarie Lestari menegaskan kesiapan fasilitas medis khusus bagi para patriot olahraga.
Layanan ini dimulai dari penanganan darurat hingga proses rehabilitasi medis yang mendalam.
"Komitmen kami memberikan pelayanan kesehatan bagi atlet yang komprehensif dan terintegrasi dari preventif, promotif, kuratif sampai ke reaktif," jelas Wenny di RS Ubaya, Jumat (01/052026).
Wenny menambahkan, RS Ubaya bersama KONI Jatim berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang komprehensif dan terintegrasi.
"Layanan itu mulai dari aspek preventif, promotif, kuratif, hingga rehabilitatif," kata Wenny.
Tren deteksi dini saat ini diklaim jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Kecepatan diagnosis membuat atlet bisa kembali ke arena pertandingan dalam waktu singkat melalui pendampingan tim dokter khusus.
"Cedera-cederanya itu lebih cepat diketahui dan juga lebih cepat ditangani sehingga atlet untuk bisa kembali ke kompetisi itu bisa lebih cepat," imbuh Wenny.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai, edukasi medis bagi pelatih sangat penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan atlet.
“Pelatih harus memahami mekanisme latihan yang benar serta penanganan cedera secara tepat. Tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan atlet,” jelas Nabil.
Nabil juga menekankan pentingnya pencegahan cedera melalui pemahaman yang menyeluruh, serta keterbukaan antara atlet dan pelatih dalam menyampaikan kondisi fisik.
"Apa yang kita kerjakan ini bagian dari ikhtiar kita untuk prestasi atlet. Enggak boleh terjadi lagi sebelum bertanding ketahuan cederanya," pungkas Nabil," kata Nabil.
Setiap bulan, Sport Clinic RS Ubaya menangani sekitar 50 pasien untuk program rehabilitasi. Mayoritas kasus yang ditemukan berkaitan dengan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang terjadi saat latihan maupun kompetisi.