Blora, MEMANGGIL.CO - Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang seniman di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, tidak hanya membuka perhatian publik terhadap tindak kekerasan yang terjadi. Kepolisian juga menyoroti sejumlah aktivitas yang sebelumnya pernah ditemukan di wilayah tersebut.

Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono, menyebut pihaknya selama ini telah melakukan berbagai langkah penertiban terhadap aktivitas yang dinilai menyimpang dan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat di Desa Tutup.

Menurutnya, salah satu tindakan yang pernah dilakukan adalah penertiban arena adu ayam yang sempat ditemukan di wilayah tersebut.

"Sudah kami tindaklanjuti. Yang pertama kandang adu ayam kita datangi. Terus perintah Kapolres untuk merobohkan dan sudah kita robohkan," ujarnya, Kamis (18/6/2026). 

Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut sebenarnya sudah lama ditindak oleh aparat kepolisian. Namun belakangan kembali muncul perhatian terhadap Desa Tutup setelah terjadinya kasus pengeroyokan terhadap seniman.

"Itu kejadian sekali lama sekali dan baru muncul lagi setelah kejadian pengeroyokan seniman," katanya.

Selain persoalan adu ayam, aparat kepolisian juga mengaku pernah melakukan penindakan terhadap peredaran minuman keras di wilayah tersebut melalui berbagai operasi penyakit masyarakat atau operasi pekat.

"Terkait yang miras juga sudah pernah kita lakukan seperti operasi pekat," jelasnya.

Sate Pak Rizki

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat penegak hukum yang dibocorkan sebelumnya, Desa Tutup selama ini juga disebut sebagai salah satu wilayah yang kerap menjadi sorotan terkait aktivitas perdagangan minuman keras. Bahkan, terdapat informasi mengenai peredaran daging hewan yang tidak lazim dikonsumsi masyarakat pada umumnya.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut tetap akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Di sisi lain, fokus utama penyidik saat ini masih tertuju pada penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seniman yang terjadi saat kegiatan hiburan di Dukuh Sukorame. Sejumlah saksi telah diperiksa dan polisi juga tengah menunggu hasil visum korban untuk melengkapi alat bukti.

Kasus tersebut kini telah ditingkatkan ke laporan polisi dan masih dalam tahap penyelidikan. Diharapkan, seluruh pihak dapat mendukung proses hukum yang sedang berjalan agar kasus tersebut dapat terungkap secara utuh.