Blora, MEMANGGIL.CO - Kondisi kualitas udara di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan kondisi memburuk. Berdasarkan data pemantauan situs pemantau kualitas udara global IQAir pada Sabtu (27/6/2026), di Blora tercatat berada pada level yang perlu diwaspadai karena konsentrasi partikel polutan halus atau PM2.5 berada di atas standar kualitas udara yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Data yang ditampilkan IQAir menunjukkan bahwa polutan utama di wilayah Blora didominasi partikel PM2.5. Partikel mikroskopis tersebut berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikrometer, sehingga dapat dengan mudah masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam bahkan menembus aliran darah manusia.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma, paru obstruktif kronis (PPOK), maupun penyakit jantung.
Meningkatnya konsentrasi PM2.5 di udara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, debu jalanan, pembakaran sampah terbuka, hingga kebakaran lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Di Kabupaten Blora sendiri, praktik pembakaran sampah masih cukup sering dijumpai, terutama di wilayah pedesaan. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya pencemaran udara.
Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung kering dan minim hujan dalam beberapa pekan terakhir juga dapat menyebabkan partikel debu dan polutan bertahan lebih lama di atmosfer.
Mengacu pada rekomendasi IQAir, masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah dalam waktu lama, penggunaan masker pelindung seperti masker N95 dianjurkan untuk meminimalisasi paparan polusi.
Masyarakat juga diimbau menjaga kualitas udara di lingkungan masing-masing dengan mengurangi pembakaran sampah, memperbanyak ruang terbuka hijau, menanam pohon, serta memanfaatkan transportasi ramah lingkungan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara sekaligus memperkuat langkah pengendalian pencemaran, terutama memasuki puncak musim kemarau.
Kualitas udara yang baik tidak hanya menentukan kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan produktivitas warga. Karena itu, upaya menjaga udara bersih menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Blora.