Blora, MEMANGGIL.CO - Di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, pelestarian budaya daerah menjadi tantangan tersendiri. Hal tersebut menjadi perhatian Camat Jepon, Andi Nurrohman, saat menghadiri Festival Budaya Nunggak Semi II di Desa Geneng, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Camat Andi, kemajuan teknologi tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan harus dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pelestarian budaya.
"Perlu bijak dalam penggunaan teknologi informasi dalam perkembangan era saat ini. Maka harus seimbang antara penggunaan teknologi informasi dengan aktivitas fisik anak-anak," ujar Camat Andi kepada Memanggil.co.
Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keseimbangan perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual generasi muda agar tetap berlandaskan budaya sebagai jati diri bangsa.
"Anak perlu seimbang antara perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual untuk masa depan bangsa dengan berlandaskan budaya sebagai jati diri bangsa kita," tegasnya.
Karena itu, Festival Budaya Nunggak Semi II diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga media edukasi bagi generasi muda.
"Kita berharap Festival Budaya Nunggak Semi mampu menjadi media edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri," katanya.
Menurut Camat Andi, ruang publik berbasis budaya harus terus dihidupkan agar masyarakat memiliki wadah untuk berinteraksi, berkreasi, sekaligus belajar mengenali akar budayanya.
"Aktivasi ruang publik berbasis penguatan sumber daya lokal berarti menghidupkan kembali ruang-ruang publik sebagai tempat masyarakat berkumpul, berinteraksi, berekreasi, dan mengembangkan potensi daerah," jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh rangkaian Festival Nunggak Semi II dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Semoga kegiatan berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta semakin memperkokoh kecintaan kita terhadap budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Blora sendiri terus mendorong berbagai program pelestarian budaya melalui penguatan desa budaya, penyelenggaraan festival seni, hingga pelibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.