Cepu, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu kembali memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui konten kreatif yang dibuat oleh para pegawainya. Kali ini, edukasi yang disampaikan berkaitan dengan etika batuk dan bersin yang benar untuk menjaga kebersihan serta mencegah penyebaran kuman melalui percikan dari saluran pernapasan.

Edukasi tersebut dikemas dalam sebuah video singkat yang diperankan oleh pegawai RSUD dr. R. Soeprapto Cepu. Video itu memperagakan kebiasaan yang masih sering dilakukan masyarakat ketika batuk, sekaligus menunjukkan cara yang lebih tepat untuk menutup mulut dan hidung.

Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, melalui video edukasi yang dibuat oleh tim kreatif para pegawai rumah sakit, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan cara menutup mulut ketika batuk.

“Menutup mulut dengan tangan,” demikian dikutip dari video edukasi RSUD dr. R. Soeprapto Cepu yang menyoroti kebiasaan tersebut sebagai cara yang tidak tepat, Jumat (7/8/2026). 

Dalam video tersebut, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu kemudian memberikan panduan mengenai etika batuk yang benar. Edukasi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah menutup mulut dan hidung menggunakan lengan bagian dalam ketika batuk atau bersin.

Cara tersebut menjadi alternatif ketika seseorang tidak memiliki tisu atau sarana lain untuk menutup mulut dan hidung. Dengan menggunakan bagian dalam lengan, kebiasaan menyentuh berbagai benda menggunakan telapak tangan setelah batuk dapat dihindari.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan tisu ketika batuk atau bersin.

Setelah digunakan, tisu tersebut harus segera dibuang ke tempat sampah. Edukasi ini menjadi bagian penting dari kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan setelah batuk atau bersin.

Selain memperhatikan cara menutup mulut dan hidung, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan.

Dalam video edukasi tersebut, masyarakat diarahkan untuk melakukan cuci tangan dengan enam langkah menggunakan antiseptik.

Kebiasaan mencuci tangan menjadi salah satu bagian yang ditekankan setelah seseorang batuk atau bersin, terutama apabila tangan sempat digunakan untuk menyentuh wajah atau bagian tubuh lainnya.

Pesan berikutnya yang disampaikan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu adalah penggunaan masker.

Masker dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk membantu mencegah seseorang tertular maupun menularkan penyakit melalui saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu bagian dari edukasi etika batuk yang disampaikan rumah sakit.

Melalui konten tersebut, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu tidak hanya menyampaikan informasi secara tertulis, tetapi juga menggunakan media video agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.

Video yang dibuat oleh tim kreatif dari kalangan pegawai RSUD Cepu memperlihatkan secara langsung perbedaan antara kebiasaan yang kurang tepat dan cara yang dianjurkan ketika seseorang batuk.

Edukasi mengenai etika batuk dinilai penting karena batuk dan bersin merupakan aktivitas yang dapat mengeluarkan percikan dari saluran pernapasan. Karena itu, kebiasaan sederhana dalam menutup mulut dan hidung perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu melalui edukasi tersebut mengajak masyarakat membiasakan diri menerapkan etika batuk dengan benar, bukan hanya ketika berada di lingkungan rumah sakit, tetapi juga di tempat umum, lingkungan kerja, sekolah, maupun ketika beraktivitas bersama keluarga.

Ada empat langkah utama yang disampaikan dalam edukasi tersebut.

Pertama, menutup mulut dan hidung dengan lengan bagian dalam saat batuk atau bersin.

Kedua, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung, kemudian membuang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah.

Ketiga, mencuci tangan dengan enam langkah menggunakan antiseptik.

Keempat, menggunakan masker sebagai bagian dari upaya mencegah penularan maupun tertular penyakit.

Pesan tersebut dikemas dengan bahasa sederhana dan visual yang mudah dipahami. Para pegawai RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga terlibat langsung dalam pembuatan video sebagai bagian dari upaya menyampaikan edukasi kesehatan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui konten kreatif itu, rumah sakit berharap kebiasaan menjaga etika batuk dapat semakin dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari peran RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Pesan yang sederhana diharapkan dapat menjadi kebiasaan, terutama dalam menjaga kebersihan tangan, penggunaan masker, serta cara yang tepat saat batuk dan bersin.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menekankan bahwa menutup mulut dengan telapak tangan bukanlah kebiasaan yang dianjurkan dalam edukasi tersebut. Sebagai gantinya, masyarakat diarahkan menggunakan lengan bagian dalam atau tisu.

Dengan membiasakan etika batuk yang benar, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Edukasi yang disampaikan melalui video tersebut juga menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Salah satunya dengan mengetahui cara yang tepat ketika batuk atau bersin dan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu melalui jajaran pegawainya pun terus mendorong agar informasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipraktikkan masyarakat.