Jombang, MEMANGGIL.CO -Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat perhatian khusus dari jajaran kepolisian, terutama terkait potensi peningkatan volume kendaraan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Satlantas Polres Jombang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dalam tiga ring untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju kawasan Tambakberas sekaligus menjaga arus lalu lintas tetap bergerak selama Muktamar berlangsung.
Kasat Lantas Polres Jombang AKP Anjar Rahmad Putra mengatakan, pengaturan lalu lintas akan difokuskan di sejumlah ruas yang menjadi akses menuju lokasi utama Muktamar, terutama Jalan KH Wahab Hasbullah.
"Kami dari Satlantas Polres Jombang akan mensterilkan jalur di Jalan KH Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu jalur arteri yang sering dilewati kendaraan yang membawa logistik," kata Anjar, ditulis Rabu (26/8/2026)
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan berada di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, polisi membagi pola pengaturan menjadi tiga ring dengan sejumlah titik penyekatan dan jalur alternatif sehingga arus kendaraan tidak terkonsentrasi pada satu ruas jalan.
Pada Ring 1, pengaturan diarahkan pada kawasan sekitar Jalan KH Wahab Hasbullah dengan titik penyekatan di Simpang Empat Sambong dan akses pintu tol Jombang.
Kendaraan dari arah Kediri yang menuju Nganjuk akan diarahkan menggunakan Tol Jombang, sedangkan kendaraan dari Simpang Empat Sambong menuju Mojokerto maupun Surabaya disiapkan jalur alternatif non-tol.
Untuk Ring 2, pengaturan ditempatkan di kawasan Simpang Tiga Jembatan Ploso dan pintu Tol Bandar Kedungmulyo dengan sasaran utama kendaraan besar yang memiliki sumbu tiga atau lebih.
Sementara Ring 3 berada di Simpang Empat Pasar Kabuh dan Simpang Empat Sembung dengan petugas yang disiagakan selama 24 jam untuk memberikan informasi sekaligus mengarahkan kendaraan besar menuju jalur yang telah ditentukan.
"Di situ nanti juga ada petugas kami yang bertugas selama 24 jam untuk mengimbau kepada pengendara sumbu roda tiga ataupun lebih agar memilih jalur alternatif yang sudah kami sediakan," ujar Anjar.
Skema tersebut dirancang agar kendaraan truk dan bus mempunyai beberapa pilihan jalur sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu titik pengalihan.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan Gerakan Sopir Jawa Timur untuk menyebarluaskan informasi mengenai rekayasa lalu lintas kepada para pengemudi kendaraan besar sebelum memasuki wilayah Jombang.
Kepolisian memperkirakan kepadatan kendaraan akan meningkat seiring kedatangan muktamirin dan masyarakat yang mengikuti rangkaian Muktamar di Tambakberas.
Berdasarkan koordinasi dengan panitia lokal, sekitar 10.000 orang, baik muktamirin maupun non-muktamirin, diperkirakan hadir di kawasan kegiatan.
Satlantas Polres Jombang juga telah melakukan sosialisasi melalui media sosial serta menyebarkan materi informasi mengenai jalur alternatif dan pola rekayasa lalu lintas.
Evaluasi kondisi lapangan akan dilakukan pada 26 Agustus 2026 dan apabila kepadatan mulai meningkat, pengalihan arus dapat diberlakukan lebih awal.
Mulai 27 Agustus, rekayasa lalu lintas akan diterapkan karena peserta Muktamar mulai memasuki kawasan Jalan KH Wahab Hasbullah dan Tambakberas.
Kendati demikian, pengaturan tersebut tidak dimaksudkan untuk menutup akses warga yang tinggal di sekitar lokasi karena masyarakat setempat tetap diperbolehkan menuju rumah dan wilayah tempat tinggalnya.
"Untuk warga lokal dan orang yang memang tinggal di sana tetap bisa mengakses jalur tersebut," kata Anjar.
Lebih lanjut, Polisi meminta masyarakat yang tidak memiliki kepentingan dengan kegiatan Muktamar untuk mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif dan menghindari kawasan sekitar Tambakberas selama puncak kegiatan.
Dengan sosialisasi sejak sebelum pelaksanaan, kepolisian berharap pengemudi telah mengetahui jalur yang harus dipilih sehingga kepadatan lalu lintas dapat diminimalkan.