Jombang, MEMANGGIL.CO - Pendakwah muda KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam membagikan momen kebersamaannya dengan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin melalui akun Instagram pribadinya.
Terlihat pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan hangat, dengan keduanya tampak duduk berdampingan mengenakan busana muslim dan sarung.
Dalam unggahannya, Gus Iqdam menyebut pertemuan itu sebagai kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Gus Rozin. Ia juga menyebut Gus Rozin sebagai kakak iparnya.
“Alhamdulillah, berkesempatan silaturahmi dengan kakak ipar kami,” tulis Gus Iqdam dalam keterangan unggahannya, dikutip Memanggil.co, Kamis (27/8/2026).
Gus Iqdam kemudian menyebut identitas Gus Rozin sebagai KH Abdul Ghaffar Rozin. Ia juga memperkenalkan Gus Rozin sebagai pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati.
Pesan berikutnya yang disampaikan Gus Iqdam berkaitan dengan ikhtiar Gus Rozin untuk memimpin PBNU. Ia mendoakan agar niat tersebut mendapatkan kemudahan dan keberkahan.
“Semoga hajat beliau untuk memimpin,” tulis Gus Iqdam.
Doa tersebut kemudian dilanjutkan dengan harapan agar Gus Rozin dapat berkhidmat sebagai Ketua PBNU.
“Dan berkhidmat sebagai Ketua PBNU,” lanjutnya.
Gus Iqdam berharap proses yang dijalani Gus Rozin diberikan kelancaran hingga mencapai hasil yang terbaik.
“Diberikan kelancaran, kesuksesan,” tulis Gus Iqdam.
Ia juga menutup pesannya dengan harapan agar seluruh ikhtiar tersebut senantiasa berada dalam rida Allah SWT.
“Dan senantiasa dalam ridha Allah SWT. Amin ,” tulisnya menutup dengan doa singkat
Dalam foto yang diunggah, Gus Iqdam terlihat mengenakan baju putih, peci hitam, dan sarung bermotif batik. Sementara Gus Rozin tampak mengenakan peci hitam, pakaian bermotif, serta sarung berwarna hijau.
Keduanya duduk berdampingan menghadap kamera dengan ekspresi tersenyum. Latar foto memperlihatkan kendaraan serta rangkaian bunga di belakang mereka.
Unggahan Gus Iqdam tersebut muncul di tengah perhatian publik Nahdliyin terhadap dinamika menjelang Muktamar NU. Nama Gus Rozin menjadi salah satu yang mencuat dalam pembicaraan mengenai calon Ketua Umum PBNU.
Melalui keterangan singkatnya, Gus Iqdam tidak menguraikan dinamika pencalonan maupun membahas persaingan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Ia lebih menonjolkan sisi silaturahmi sekaligus menyampaikan doa untuk ikhtiar Gus Rozin.
Doa tersebut secara khusus diarahkan pada niat Gus Rozin untuk memimpin sekaligus berkhidmat di PBNU. Gus Iqdam berharap perjalanan tersebut berjalan lancar dan mendapatkan kesuksesan.
“Semoga hajat beliau untuk memimpin dan berkhidmat sebagai Ketua PBNU diberikan kelancaran, kesuksesan,” tulisnya.
Ia kemudian menegaskan harapan agar ikhtiar tersebut selalu berada dalam rida Allah SWT.
Momen pertemuan itu juga memperlihatkan hubungan kekeluargaan antara Gus Iqdam dan Gus Rozin. Penyebutan Gus Rozin sebagai “kakak ipar kami” menjadi bagian penting dari keterangan yang menyertai foto tersebut.
Di sisi lain, dukungan moral dan doa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tokoh-tokoh yang tengah mempersiapkan diri menghadapi momentum Muktamar NU.
Dalam unggahan tersebut, Gus Iqdam memilih menyampaikan dukungannya dalam bentuk doa yang singkat, tetapi secara jelas menyebut harapan Gus Rozin untuk memimpin PBNU.
“Diberikan kelancaran, kesuksesan,” tulis Gus Iqdam.
Kalimat itu kemudian ditutup dengan doa, “Dan senantiasa dalam ridha Allah SWT. Amin.”
Unggahan tersebut mendapat respons dari warganet dan menjadi bagian dari perhatian terhadap aktivitas Gus Rozin menjelang Muktamar. Foto sederhana dua tokoh tersebut sekaligus memperlihatkan suasana silaturahmi yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan.
Bagi Gus Iqdam, pertemuan itu menjadi momentum untuk mendoakan ikhtiar Gus Rozin. Sementara bagi Gus Rozin, doa tersebut datang ketika langkah menuju perebutan kepemimpinan PBNU tengah menjadi perhatian luas di kalangan Nahdliyin.