Jombang, MEMANGGIL.CO - Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu tantangan baru bagi generasi santri. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menilai santri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
"Teknologi hari ini sudah menjadi kehidupan kita sehari-hari," ujar Gus Salam dalam wawancara khusus pada hari Muktamar ke-35 NU, Jumat (28/8/2026).
Ia menilai kemampuan santri mengikuti perkembangan teknologi sudah semakin baik.
"Alhamdulillah santri saat ini sudah bisa untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi," katanya.
Menurutnya, AI bahkan mulai menjadi kebutuhan dalam kehidupan modern.
"Apalagi AI hari ini sudah menjadi semacam kebutuhan," tuturnya.
Karena itu, pesantren tidak dapat menutup diri terhadap perkembangan teknologi.
Gus Salam menyebut pelatihan teknologi sudah mulai dilakukan.
"Sudah mulai masuk pelatihan-pelatihan teknologi," ujarnya.
Menurutnya, adaptasi teknologi harus tetap disertai penguatan ilmu dan akhlak.
Hal tersebut menjadi bagian dari tantangan NU memasuki abad kedua. Organisasi harus mampu memahami perkembangan zaman sekaligus memastikan nilai-nilai kepesantrenan tetap menjadi pijakan.
Santri, menurut Gus Salam, memiliki peluang untuk menggabungkan tradisi keilmuan dengan kemampuan teknologi.
Dengan penguasaan teknologi yang disertai etika, generasi santri diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menghadapi perubahan akibat perkembangan AI.