Jombang, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 196 jemaah umrah asal Jombang, Jawa Timur, kini telah berada di Tanah Suci. Namun perjalanan ibadah mereka masih menyisakan persoalan karena kepastian tiket untuk kembali ke Indonesia belum sepenuhnya diterima pihak KBIHU Muslimat NU Jombang.

Kepastian tiket kepulangan menjadi perhatian karena sebagian besar jemaah disebut belum memperoleh informasi resmi mengenai jadwal penerbangan menuju Tanah Air. Kondisi tersebut membuat pihak KBIHU terus melakukan komunikasi dengan travel yang memberangkatkan para jemaah.

Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah, mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemanhaj) Jombang bahwa baru 20 jemaah yang disebut telah mendapatkan tiket kepulangan.

“Kalau info yang diterima Kemanhaj Jombang dari travel, yang 20 orang sudah ada tiket kepulangan, untuk yang 118 dan 54 orang belum,” ujar Ema, Rabu (9/9/2026).

Menurut Ema, 20 jemaah tersebut merupakan rombongan yang berangkat lebih awal. Kendati demikian, pihak KBIHU Muslimat NU Jombang mengaku belum menerima bukti penerbitan tiket kepulangan secara resmi.

“Iya, tapi saya sampai sekarang belum dikirim issued ticket kepulangannya,” ungkapnya.

Ema mengatakan persoalan tersebut terus dikoordinasikan dengan PT Annisa Ahmada Travelindo. Pihak KBIHU meminta travel memberikan kepastian mengenai jadwal penerbangan agar jemaah dan keluarga di Jombang tidak terus menunggu informasi.

“Saya sudah berkali-kali menanyakan ke pihak travel, tapi belum ada jawaban untuk kepastian tiket kepulangan. Ini masih saya kejar terus. Semoga segera di-issued ticket kepulangannya,” katanya.

Kekhawatiran terutama dirasakan karena jumlah jemaah yang belum memperoleh kepastian masih cukup besar. Dari total 196 jemaah, informasi yang diterima KBIHU menyebut 118 jemaah dari keberangkatan tahap kedua dan 54 jemaah dari tahap ketiga masih belum mendapatkan kepastian tiket.

Dengan diterbitkannya tiket kepulangan, jemaah dapat mengetahui secara jelas jadwal keberangkatan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Informasi tersebut juga penting bagi keluarga jemaah yang berada di Jombang untuk mempersiapkan penjemputan di Tanah Air.

Pihak KBIHU berharap persoalan tersebut segera diselesaikan oleh PT Annisa Ahmada Travelindo. Mereka meminta seluruh tiket kepulangan segera diterbitkan sehingga perjalanan 196 jemaah umrah dapat berjalan hingga tahap akhir tanpa ketidakpastian.

Persoalan tiket kepulangan ini menjadi perhatian setelah keberangkatan 196 jemaah sebelumnya sempat mengalami masalah. Keberangkatan mereka melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) pada akhir Agustus 2026 bahkan sempat diwarnai kericuhan.

Kini seluruh jemaah telah berhasil diberangkatkan dan berada di Tanah Suci. Namun, bagi KBIHU Muslimat NU Jombang, penyelesaian perjalanan belum sepenuhnya tuntas sebelum kepastian tiket kepulangan seluruh jemaah diterima.

Pihak travel diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai jadwal penerbangan pulang sekaligus menerbitkan issued ticket bagi jemaah yang masih belum mendapatkannya.