Jombang, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 196 jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang akhirnya telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Mereka tidak berangkat dalam satu rombongan sekaligus, melainkan melalui tiga tahap setelah sebelumnya muncul persoalan pada jadwal keberangkatan.

Persoalan tersebut bermula ketika para calon jemaah telah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang pada Minggu (30/8/2026). Mereka datang sejak dini hari untuk mengikuti proses keberangkatan umrah melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup).

Namun suasana berubah ketika jemaah mendapat informasi bahwa hanya sekitar 40 orang yang dapat diberangkatkan pada hari tersebut. Informasi itu kemudian memicu protes dari para calon jemaah.

Persoalan tersebut selanjutnya dibawa ke proses mediasi. Pertemuan dilakukan di Satreskrim Polres Jombang dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang.

Dari hasil mediasi tersebut, pihak travel menyanggupi memberangkatkan seluruh jemaah secara bertahap. Kesepakatan itu menjadi jalan keluar agar seluruh calon jemaah tetap dapat menjalankan ibadah umrah.

Keberangkatan kemudian dilakukan dalam beberapa gelombang. Sebanyak 20 jemaah diberangkatkan pada 31 Agustus 2026.

Berikutnya, rombongan kedua diberangkatkan pada 1 September 2026. Berdasarkan informasi yang diterima KBIHU, terdapat 120 jemaah dalam tahap tersebut.

Sementara keberangkatan tahap ketiga dilakukan pada 5 September 2026. Sebanyak 58 jemaah disebut masuk dalam rombongan terakhir.

Dengan keberangkatan tiga tahap tersebut, seluruh 196 jemaah akhirnya telah berada di Tanah Suci. Namun persoalan baru kini menjadi perhatian, yakni kepastian tiket kepulangan menuju Indonesia.

Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian tiket pulang dari PT Annisa Ahmada Travelindo.

“Kalau info yang diterima Kemanhaj Jombang dari travel, yang 20 orang sudah ada tiket kepulangan, untuk yang 118 dan 54 orang belum,” kata Ema, Rabu (9/9/2026).

Ema mengatakan informasi tersebut belum sepenuhnya disertai tiket resmi yang telah diterbitkan. Bahkan untuk 20 jemaah yang disebut telah mendapatkan tiket, pihak KBIHU mengaku belum menerima issued ticket.

“Iya, tapi saya sampai sekarang belum dikirim issued ticket kepulangannya,” ungkapnya.

Komunikasi dengan pihak travel masih dilakukan. KBIHU ingin memastikan seluruh jemaah memiliki jadwal kepulangan yang jelas sebelum waktunya kembali ke Indonesia.

“Saya sudah berkali-kali menanyakan ke pihak travel, tapi belum ada jawaban untuk kepastian tiket kepulangan. Ini masih saya kejar terus. Semoga segera di-issued ticket kepulangannya,” ujar Ema.

Kondisi tersebut membuat kepastian kepulangan menjadi perhatian lanjutan setelah persoalan keberangkatan sebelumnya berhasil diselesaikan. KBIHU berharap tidak muncul persoalan baru yang dapat mengganggu perjalanan para jemaah setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dengan seluruh 196 jemaah kini telah berada di Arab Saudi, perhatian berikutnya tertuju pada penyelesaian tiket kepulangan. Kepastian jadwal penerbangan diperlukan agar jemaah dan keluarga mereka di Jombang dapat mengetahui kapan rombongan kembali ke Tanah Air.

Pihak KBIHU Muslimat NU Jombang terus mendorong PT Annisa Ahmada Travelindo segera memberikan kepastian dan menerbitkan tiket kepulangan bagi seluruh jemaah yang belum mendapatkannya.