Surabaya, MEMANGGIL.CO — PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan bawah air nasional melalui pengembangan kapabilitas produksi, perawatan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) kapal selam, hingga penguasaan teknologi sistem otonom.
Upaya tersebut dinilai krusial guna menjaga keamanan laut yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, distribusi logistik dan energi, serta perlindungan sumber daya kelautan Indonesia.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan, penguasaan platform kapal saja tidak cukup untuk menjaga kedaulatan laut nusantara.
Menurutnya, industri pertahanan dalam negeri harus memegang kendali penuh atas sistem dan teknologi di dalam setiap alutsista yang diproduksi.
“PT PAL membangun berbagai platform, mulai dari kapal permukaan, kapal perang, kapal selam, hingga kapal selam otonom. Semua itu diisi dengan berbagai sistem, dan kita harus memiliki kendali penuh atas potensi teknologi tersebut,” kata Kaharuddin saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional HUT Paguyuban Hiu Kencana bersama SESKOAL, Kamis, 10 September 2026.
Ia menambahkan, kemandirian industri pertahanan merupakan agenda jangka panjang yang mendesak untuk mendukung TNI Angkatan Laut (TNI AL) menjaga keamanan ruang maritim Indonesia, baik di permukaan maupun di bawah laut.
Oleh karena itu, PT PAL terus berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan rantai teknologi dalam negeri.
Seminar nasional bertema “Integrated Surveillance Maritime System in Indonesia” tersebut juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Forum ini turut melibatkan jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lemhannas RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta para mitra produsen teknologi (Original Equipment Manufacturer/OEM).
"Partisipasi PT PAL dalam ajang ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kebutuhan operasional TNI AL, kebijakan pertahanan pemerintah, dan kapabilitas industri dalam negeri dalam menghadapi dinamika geopolitik global," pungkas Kaharuddin.