Jakarta, MEMANGGIL.CO - Kabar mengejutkan datang dari Kangen Band. Setelah lebih dari dua dekade mewarnai industri musik Indonesia, grup musik asal Lampung tersebut dinyatakan bubar oleh Dodhy Hardiyanto, salah satu pendiri sekaligus gitaris Kangen Band.
Pengumuman pembubaran itu disampaikan Dodhy melalui akun media sosialnya pada Sabtu (12/9/2026). Pernyataan tersebut sekaligus disertai pesan tegas mengenai penggunaan lagu-lagu yang diciptakannya.
Dodhy tidak hanya menyatakan perjalanan Kangen Band berakhir. Ia juga melarang mantan personel Kangen Band membawakan lagu-lagu ciptaannya dalam berbagai penampilan setelah grup tersebut dinyatakan bubar.
Keputusan tersebut sontak menjadi perhatian karena lagu-lagu Kangen Band selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan grup yang dikenal luas melalui warna musik pop Melayu. Pembubaran itu sekaligus membuka babak baru bagi para personel yang sebelumnya tergabung dalam grup tersebut.
Dalam pernyataannya, Dodhy mengungkap alasan pembubaran Kangen Band dengan menyebut adanya persoalan internal yang ia gambarkan sebagai “kezaliman”. Ia mengatakan telah menyimpan rasa sakit tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Pernyataan itu membuat keputusan pembubaran Kangen Band tidak sekadar menjadi kabar berakhirnya sebuah grup musik. Ada persoalan yang disebut Dodhy menjadi latar belakang hingga akhirnya ia mengambil keputusan untuk mengakhiri perjalanan band tersebut.
Dodhy Larang Lagu Ciptaannya Dibawakan Eks Personel
Setelah mengumumkan pembubaran, Dodhy kemudian menyampaikan larangan kepada mantan personel Kangen Band. Larangan tersebut ditujukan agar lagu-lagu ciptaannya tidak kembali dibawakan oleh eks anggota dalam kegiatan pertunjukan.
Peringatan itu juga menyasar pihak penyelenggara acara atau event organizer yang hendak menghadirkan mantan personel Kangen Band. Dodhy meminta agar lagu-lagu ciptaannya tidak digunakan dalam penampilan tersebut.
Sikap Dodhy tersebut menambah panjang cerita di balik berakhirnya Kangen Band. Sebab, persoalan yang muncul tidak hanya menyangkut keberlanjutan grup, tetapi juga penggunaan karya musik yang selama ini melekat dengan nama Kangen Band.
Bagi publik, sejumlah lagu Kangen Band telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia sejak grup tersebut muncul pada pertengahan 2000-an. Pergantian personel yang terjadi dalam perjalanan karier band juga menjadi bagian dari sejarah panjang kelompok musik tersebut.
Namun, keputusan terbaru Dodhy membuat situasinya berubah. Setelah Kangen Band dinyatakan bubar, penggunaan lagu-lagu ciptaan Dodhy oleh mantan personel kini menjadi hal yang secara tegas dilarang olehnya.
Perjalanan Panjang Kangen Band
Kangen Band merupakan grup musik asal Bandar Lampung yang mulai dikenal luas sejak pertengahan dekade 2000-an. Perjalanan kelompok tersebut kemudian berkembang hingga menjadi salah satu nama yang cukup dikenal dalam industri musik pop Melayu Indonesia.
Dalam perjalanannya, Kangen Band mengalami sejumlah perubahan komposisi personel. Meski demikian, nama Kangen Band tetap bertahan dan terus menghasilkan karya serta tampil di hadapan penggemarnya.
Dodhy menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan tersebut. Ia dikenal sebagai gitaris sekaligus salah satu pendiri Kangen Band dan memiliki keterkaitan erat dengan karya-karya yang kemudian dikenal luas oleh publik.
Karena itu, pernyataan pembubaran yang disampaikan Dodhy menjadi perhatian besar bagi penggemar. Terlebih, keputusan tersebut dibarengi dengan larangan terhadap mantan personel untuk membawakan lagu-lagu ciptaannya.
Kabar tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kelanjutan aktivitas para mantan personel Kangen Band setelah pembubaran. Apalagi, sejumlah lagu yang selama ini menjadi bagian dari repertoar Kangen Band merupakan karya yang sangat dikenal oleh masyarakat.
Singgung Persoalan Internal
Dalam pengumuman pembubaran tersebut, Dodhy menyebut adanya “kezaliman” sebagai alasan di balik keputusan yang diambilnya. Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah lama disimpan dan akhirnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan masa depan Kangen Band.
Pernyataan itu membuat publik kemudian menyoroti kondisi internal Kangen Band. Namun, dari informasi yang beredar dalam pemberitaan terkait, Dodhy belum menguraikan secara terperinci seluruh persoalan yang ia maksud dalam pernyataan pembubaran tersebut.
Yang jelas, keputusan tersebut menjadi titik baru dalam perjalanan grup yang telah berkarier selama sekitar 21 tahun. Kangen Band yang selama ini dikenal sebagai salah satu grup pop Melayu populer kini harus menghadapi babak akhir dalam format yang selama ini dikenal publik.
Di sisi lain, larangan membawakan lagu ciptaan Dodhy menjadi pesan paling tegas setelah pembubaran diumumkan. Mantan personel maupun penyelenggara acara diminta menghormati keputusan tersebut.
Dengan keputusan itu, perjalanan Kangen Band memasuki fase baru. Nama besar yang dibangun selama bertahun-tahun kini meninggalkan catatan panjang dalam industri musik Indonesia, sementara persoalan mengenai lagu-lagu ciptaan Dodhy berpotensi menjadi perhatian tersendiri dalam setiap penampilan mantan personelnya.
Pembubaran Kangen Band sekaligus menjadi penutup satu babak perjalanan grup yang telah menemani pendengar musik Indonesia selama lebih dari dua dekade. Untuk saat ini, Dodhy telah menyampaikan sikapnya secara terbuka: Kangen Band dinyatakan bubar dan lagu-lagu ciptaannya dilarang dibawakan oleh eks personel.