Grobogan, MEMANGGIL.CO - Ribuan calon jemaah haji Kabupaten Grobogan mulai dipersiapkan dari sisi administrasi perjalanan. Sebanyak 1.057 calon jemaah haji untuk keberangkatan 2027 mendapat layanan permohonan paspor langsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Grobogan.

Layanan tersebut digelar Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora selama 15 hingga 25 September 2026. Pelayanan khusus ini membuat calon jemaah haji Grobogan tidak perlu mendatangi kantor Imigrasi Blora untuk mengurus dokumen perjalanan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Gilang Danurdara, mengatakan kehadiran petugas di MPP Grobogan merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah Haji,” kata Gilang, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pelayanan langsung di Grobogan diharapkan membuat proses pengurusan paspor berlangsung lebih mudah, tertib dan nyaman bagi calon jemaah.

“Pelayanan di MPP Kabupaten Grobogan ini merupakan bentuk kehadiran Imigrasi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelayanan tersebut, petugas tidak hanya menerima berkas permohonan. Calon jemaah menjalani sejumlah tahapan mulai dari pemeriksaan kelengkapan persyaratan, verifikasi data, pengambilan foto hingga perekaman biometrik.

Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam penerbitan paspor yang akan digunakan sebagai salah satu dokumen perjalanan calon jemaah haji. Karena itu, kesesuaian data dan kelengkapan persyaratan menjadi perhatian dalam proses pelayanan.

Program jemput layanan ini juga menunjukkan cakupan pelayanan Imigrasi Blora yang tidak hanya berpusat di wilayah Kabupaten Blora. Grobogan menjadi lokasi pelayanan khusus untuk mengakomodasi kebutuhan administrasi calon jemaah haji yang akan mempersiapkan keberangkatan pada 2027.

Sebelumnya, Imigrasi Blora telah memberikan layanan serupa kepada calon jemaah haji dari Kabupaten Blora. Tercatat sebanyak 500 calon jemaah haji Blora mendapatkan pelayanan permohonan paspor.

Jika digabungkan, pelayanan khusus untuk calon jemaah haji Blora dan Grobogan tersebut mencakup lebih dari 1.500 orang. Jumlah itu menggambarkan besarnya kebutuhan layanan dokumen perjalanan menjelang persiapan ibadah haji tahun berikutnya.

Bagi calon jemaah, paspor menjadi salah satu dokumen penting yang harus dipersiapkan sebelum tahapan keberangkatan. Dengan pelayanan yang dilakukan langsung di daerah, proses administrasi diharapkan dapat dilakukan lebih terarah sejak awal.

Imigrasi Blora juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran petugas di MPP Grobogan menjadi salah satu bentuk pelayanan yang diarahkan untuk memangkas kebutuhan masyarakat mengakses layanan di lokasi yang lebih jauh.

Selain memperhatikan kelengkapan administrasi, petugas juga memberikan proses pelayanan sesuai tahapan keimigrasian. Pemeriksaan data dilakukan sebelum proses foto dan biometrik hingga permohonan paspor diproses.

Pelayanan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap persiapan perjalanan ibadah haji 2027. Dengan dokumen perjalanan yang dipersiapkan lebih awal, calon jemaah memiliki waktu untuk memastikan kebutuhan administrasinya sebelum memasuki tahapan keberangkatan.

Imigrasi Blora menyatakan pelayanan publik akan terus diarahkan agar semakin dekat dengan masyarakat. Prinsip pelayanan yang ramah, transparan dan akuntabel juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan keimigrasian.

Bagi 1.057 calon jemaah haji Grobogan, pelayanan di MPP tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian panjang persiapan menuju Tanah Suci. Urusan paspor yang biasanya harus dilakukan di kantor Imigrasi kini dihadirkan langsung di wilayah Grobogan.