Demo Mahasiswa: Sesajen dan Dupa Menyala di Gerbang Pemkab Tuban

Reporter : Redaksi
Aksi demo mahasiswa PMII Tuban sambil bawa sesajen lengkap dan segel gerbang Pemkab Tuban. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Aksi demonstrasi yang dilakukan puluhan mahasiswa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Tuban, Kamis (13/3/2026), berlangsung dengan cara yang tak biasa.

Aktivis kampus yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Tuban itu membawa sesajen lengkap dan melakukan penyegelan simbolik pintu masuk kantor pemerintahan setempat.

Baca juga: Kades Tingkis Seret Pegawai Aset SBI Tuban di Kasus Sewa Lahan Ilegal

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menata sesajen di depan pintu gerbang Pemkab Tuban. Sesajen itu berisi foto Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, dua butir telur ayam, pisang, serta segelas beras yang di atasnya ditancapkan tiga batang dupa menyala.

Tampak pula bunga serta uang kertas seribu rupiah melengkapi sesajen itu sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Bupati Tuban.

Sesajen yang diletakkan di atas cowek tanah liat itu kemudian ditaruh tepat di depan pintu masuk kantor pemerintahan. Tak hanya itu, para mahasiswa juga melakukan tabur bunga di area tersebut sebagai bagian dari aksi simbolik mereka.

Setelah melakukan orasi, massa mahasiswa melanjutkan aksinya dengan menyegel gerbang Kantor Pemkab Tuban. Di depan gerbang yang disegel itu, mereka juga melantunkan tahlil sebagai bentuk doa untuk Kabupaten Tuban.

Ketua PC PMII Tuban, Roviq Wahyudin, menjelaskan bahwa aksi tersebut digelar sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Bupati Tuban.

Menurutnya, masih banyak persoalan daerah yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Salah satu yang disorot adalah kebijakan pembelian mobil dinas oleh Pemerintah Kabupaten Tuban di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diduga tidak dilanjutkan kontraknya tanpa prosedur yang jelas.

“Tuntutan kami terkait pembelian mobil dinas di tengah efisiensi anggaran, dan juga persoalan PPPK yang kontraknya tidak dilanjutkan,” ujar Roviq.

Ia juga menyinggung persoalan kemiskinan di Kabupaten Tuban yang masih tergolong tinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan data yang ia sampaikan, Tuban saat ini berada di peringkat kelima kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi tersebut.

Baca juga: Pengkhianat di Balik Cinta: Kisah Kelam Gadis Tuban Dijual ke Pria Lain

“Kemiskinan di Tuban masih tinggi di Jawa Timur,” imbuhnya.

Selain itu, mahasiswa menilai pembangunan infrastruktur di Tuban belum diimbangi dengan perawatan yang memadai. Mereka juga menyoroti program pemberdayaan UMKM, khususnya program One Village One Product yang dinilai belum berjalan optimal.

“Tagline One Village One Product sudah lama disampaikan, namun sampai hari ini kami melihat program tersebut belum berjalan maksimal,” ucapnya.

Roviq menegaskan, aksi simbolik berupa sesajen dan penyegelan gerbang tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa. Pasalnya, selama beberapa kali aksi yang dilakukan mahasiswa, Bupati Tuban dinilai tidak pernah menemui massa secara langsung.

“Ini bentuk kekecewaan kami. Selama ini setiap aksi yang kami lakukan, Bupati tidak pernah menemui kami secara langsung,” ungkapnya.

Aspirasi Mahasiswa Diteruskan ke Bupati 

Baca juga: Rekam Jejak 5 Pejabat Tuban Kompak Ganti Nomor Ponsel, Ternyata Orang Kepercayaan Bupati

Setelah beberapa waktu berorasi, perwakilan mahasiswa akhirnya ditemui sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tuban. Mereka di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban Agus Wijaya, Kepala Diskominfo SP Tuban Arif Handoyo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban Sutaji, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tuban Yudi Irwanto.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Wijaya menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan kepada Bupati Tuban.

“Kami akan menyampaikan semua aspirasi yang disampaikan teman-teman mahasiswa kepada Bupati,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo SP Tuban Arif Handoyo mengatakan bahwa tuntutan mahasiswa telah diterima oleh pemerintah daerah dan akan dibahas lebih lanjut oleh tim.

“Tuntutan sudah kami terima, nanti akan kami bahas bersama tim,” ujarnya.

Arif juga menjelaskan bahwa Bupati Tuban tidak dapat menemui massa aksi secara langsung karena memiliki agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru