Surabaya Bangun Citra Kota Lewat Perayaan HUT ke-733

Reporter : Hendro Djatmiko
Festival Rujak Uleg mengangkat kuliner tradisional sebagai medium pelestarian budaya. (Foto :Dok.Pemkot Surabaya)

SURABAYA, MEMANGGIL.CO — Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun ini menghadirkan pendekatan berbeda. Tidak sekadar seremoni tahunan, Pemerintah Kota Surabaya mengarahkan rangkaian kegiatan sebagai sarana pembelajaran publik, penguatan identitas kota, sekaligus penggerak ekonomi berbasis budaya.

Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, konsep yang diusung menekankan Surabaya sebagai kota yang tumbuh dalam keberagaman dan kolaborasi. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran fungsi perayaan kota dari sekadar hiburan menjadi instrumen pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Salah satu penanda penting perubahan tersebut adalah masuknya dua agenda unggulan Surabaya dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program nasional yang menghimpun event daerah berpotensi tinggi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menilai capaian ini menjadi momentum penting bagi kota.

“Masuknya dua event dalam Karisma Event Nusantara menjadi pengakuan sekaligus peluang besar untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Herry, Sabtu (25/4/2026).

Dua agenda tersebut ialah Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza: Festival of Lights. Festival Rujak Uleg mengangkat kuliner tradisional sebagai medium pelestarian budaya, sementara Surabaya Vaganza menampilkan parade seni dengan sentuhan teknologi visual di ruang publik kota.

Selain itu, rangkaian HJKS juga mencakup berbagai kegiatan lain, mulai dari kompetisi olahraga hingga festival belanja yang melibatkan pusat-pusat perdagangan. Integrasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa perayaan kota dapat dirancang sebagai ekosistem yang saling terhubung, bukan kegiatan yang berdiri sendiri.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam penyelenggaraan tahun ini. Pemerintah menggandeng komunitas seni, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk berpartisipasi aktif. Model kolaboratif tersebut dinilai mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kota sekaligus menjaga relevansi kegiatan dengan perkembangan zaman.

“Ruang partisipasi masyarakat, khususnya komunitas dan generasi muda, menjadi kunci dalam memperkuat identitas kota sekaligus menjaga relevansi di tengah perubahan tren,” imbuh Herry.

Dari sisi ekonomi, perayaan HJKS ke-733 diharapkan mendorong perputaran ekonomi daerah, terutama di sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah kegiatan dirancang untuk membuka ruang bagi pelaku usaha lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan aksesibilitas juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak di sektor transportasi dan layanan publik. Langkah ini bertujuan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung selama rangkaian acara berlangsung.

Pendekatan yang lebih terintegrasi ini menunjukkan bahwa perayaan hari jadi kota dapat berkembang menjadi strategi jangka panjang dalam pembangunan daerah. Surabaya mencoba menempatkan budaya, ekonomi, dan partisipasi publik dalam satu kerangka yang saling mendukung.

Dengan arah tersebut, HJKS ke-733 tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah kota, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya kolaborasi, pelestarian budaya, dan inovasi dalam membangun masa depan perkotaan.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru