Surabaya, MEMANGGIL.CO - Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya mengambil langkah strategis dalam memperkuat tata kelola sistem informasi dan percepatan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Langkah strategis tersebut dengan melakukan studi banding ke Badan Sistem Informasi (BSI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Kunjungan yang dilaksanakan di Ruang Erasmus Gedung GBPH Prabuningrat, Rektorat UII Yogyakarta pada Kamis (23/04/2026) tersebut, difokuskan pada penguatan pemahaman terkait integrasi sistem informasi universitas.
Selain itu juga untuk pengembangan layanan digital, serta model tata kelola teknologi informasi yang adaptif terhadap kebutuhan institusi pendidikan tinggi di era digital.
Tim IT Development dan IT Support yang hadir mewakili DSI YPTA, mempelajari langsung praktik pengelolaan sistem informasi terintegrasi di UII.
Sementara itu, Kepala BSI UII Yogyakarta, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. menyebutkan bahwa BSI berada di bawah koordinasi langsung rektor dan berperan sebagai pusat layanan digital yang menopang proses bisnis universitas secara menyeluruh.
“BSI saat ini tidak hanya menjadi unit teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari penggerak layanan universitas yang memastikan seluruh proses bisnis berjalan terintegrasi,” ujar Mukhammad Andri Setiawan, yang hadir dalam pertemuan bersama jajaran dari berbagai bidang pengelolaan sistem.
Andri juga menegaskan bahwa transformasi BSI UII berangkat dari perubahan paradigma, dari sekadar berbasis teknologi menjadi berbasis layanan.
Pendekatan ini menempatkan sistem informasi sebagai bagian dari proses bisnis institusi, bukan sekadar alat pendukung teknis.
“Tim IT harus memiliki karakter melayani dan memahami bahwa mereka juga bagian dari pemilik proses, bukan hanya pembuat sistem,” katanya.
Dalam diskusi yang berlangsung, UII memaparkan pengalaman dalam membangun ekosistem digital kampus yang terintegrasi, mencakup layanan akademik, keuangan, sumber daya manusia, hingga penjaminan mutu dalam satu sistem terpadu.
Penguatan integrasi ini dilakukan untuk memastikan layanan kampus dapat diakses secara lebih efektif dan efisien oleh seluruh sivitas akademika.
Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran DSI sebagai pusat transformasi digital di lingkungan YPTA Surabaya.
“Kami ingin membawa pulang perspektif pengelolaan sistem informasi yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga matang dalam tata kelola dan budaya layanan,” terang Eko, Senin (27/04/2026).
Eko menambahkan bahwa penguatan sistem informasi di lingkungan YPTA Surabaya tidak hanya berorientasi pada pengembangan aplikasi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem digital yang saling terhubung dan berkelanjutan.
“DSI harus menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem digital kampus yang terintegrasi, di mana teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan pelayanan institusi,” kata Eko.
Lebih lanjut, BSI UII juga menekankan bahwa keberhasilan sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola, keterlibatan pengguna, serta keselarasan dengan visi institusi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu poin penting yang menjadi perhatian DSI YPTA Surabaya dalam pengembangan sistem ke depan.
Sejumlah praktik yang dibagikan dalam forum tersebut mencakup pentingnya keterlibatan unit kerja dalam proses pengembangan aplikasi, pembagian peran yang jelas antara pengelola sistem dan pengguna, serta penguatan rasa kepemilikan terhadap sistem yang digunakan.
Selain itu, aspek perencanaan yang terukur, penentuan prioritas pengembangan, serta evaluasi berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi layanan digital di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, DSI YPTA Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem sistem informasi yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada layanan.
Studi banding ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong penguatan peran DSI sebagai pusat inovasi digital di lingkungan YPTA Surabaya, sekaligus memperluas referensi praktik terbaik dalam pengelolaan sistem informasi perguruan tinggi.
Editor : Redaksi