Surabaya, MEMANGGIL.CO - Hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Minggu (4/1/2026) sore kembali membuka persoalan klasik perkotaan: genangan yang cepat meluas dan melumpuhkan arus lalu lintas. Dalam waktu kurang dari lima jam, sejumlah ruas jalan utama terendam air, bahkan sebagian wilayah dilaporkan mengalami banjir.
Salah satu titik terparah terjadi di Jalan Dukuh Kupang Utara. Genangan air menutup badan jalan hingga memaksa kendaraan melambat dan memicu antrean panjang. Situasi serupa terjadi di kawasan Simo Hilir dan Karangrejo, dengan ketinggian air mencapai sekitar 10 sentimeter, cukup untuk mengganggu laju kendaraan roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan pantauan Memanggil.co, genangan mulai muncul sekitar pukul 16.30 WIB dan menyebar ke sejumlah titik lain, termasuk Pondok Candra arah Raya Rungkut Mapan serta Raya Rungkut Menanggal Harapan. Sejumlah pengendara memilih berhenti atau memutar arah karena khawatir kendaraan mogok.
“Iya, di Jalan Kupang genangannya lumayan, di atas mata kaki. Kendaraan jadi pelan, macet,” ujar Dwi Suswanto, salah seorang pengendara mobil yang terjebak kemacetan.
Tak hanya mengganggu lalu lintas, hujan deras juga memicu banjir di kawasan Pakis. Warga setempat melaporkan jebolnya tanggul sungai sebagai penyebab utama air meluap ke permukiman.
“Tanggul sungai di Pakis jebol. Kampungku banjir,” kata Ardianto, warga setempat.
Peristiwa ini kembali menyoroti ketahanan infrastruktur pengendalian banjir di Surabaya, terutama di tengah intensitas hujan yang kian ekstrem. Meski hujan berlangsung relatif singkat, dampaknya langsung terasa pada aktivitas warga dan konektivitas antarwilayah, mempertegas kebutuhan evaluasi sistem drainase dan perlindungan sungai di kawasan rawan.