Mojokerto, MEMANGGIL.CO – Upaya menghadirkan konsep wisata alam yang adaptif terus dilakukan Grand Whiz Hotel Trawas. Terbaru, hotel yang berada di kawasan pegunungan ini resmi membuka area kemah Rindu Alam, sebuah fasilitas luar ruang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan wisata berbasis alam sekaligus aktivitas kebersamaan.

Area kemah tersebut masih berada dalam satu kawasan Grand Whiz Hotel Trawas dan disiapkan sebagai ruang terbuka multifungsi. Pengunjung dapat memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan, mulai dari berkemah, pelatihan luar ruangan, hingga rekreasi keluarga dengan nuansa alam terbuka.

Terletak di kaki Gunung Penanggungan, kawasan Rindu Alam menawarkan udara sejuk khas pegunungan dengan pemandangan alam yang masih asri. Hamparan pepohonan rindang serta kontur lahan yang relatif datar menjadikan area ini dinilai aman dan nyaman untuk berbagai aktivitas outdoor, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

General Manager Grand Whiz Hotel Trawas, Indra Purwono, menjelaskan bahwa pengembangan area kemah ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam yang mengedepankan pengalaman langsung di ruang terbuka.

Menurut Indra, banyak wisatawan yang ingin menikmati suasana Trawas secara lebih dekat dengan alam, namun tetap menginginkan fasilitas yang praktis dan terkelola dengan baik.

“Karena itu kami menghadirkan area kemah yang bisa digunakan tidak hanya oleh tamu hotel, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Sejak mulai diperkenalkan, area kemah Rindu Alam disebut telah menarik perhatian berbagai kalangan. Sejumlah sekolah dan perusahaan tercatat memanfaatkan lokasi ini untuk kegiatan edukasi, pelatihan kepemimpinan, hingga aktivitas outbound dan team building.

Indra menilai antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa area kemah Rindu Alam memiliki peluang besar sebagai alternatif destinasi kegiatan berbasis alam di kawasan Trawas.

Sate Pak Rizki

“Fungsinya bukan sekadar tempat berkemah, tetapi juga ruang kebersamaan dan pembelajaran di alam terbuka,” tambahnya.

Demi menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung, pengelola telah melengkapi area kemah dengan fasilitas pendukung, seperti lahan tenda yang tertata rapi, area api unggun, kamar mandi, serta sistem penerangan di beberapa titik. Dengan fasilitas tersebut, pengunjung tetap dapat merasakan sensasi berkemah tanpa harus mengesampingkan aspek kenyamanan.

Selain itu, pembukaan area kemah ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata lokal. Keberadaan Rindu Alam dinilai dapat memperkuat daya tarik Kecamatan Trawas sebagai kawasan wisata pegunungan di Kabupaten Mojokerto.

Pihak manajemen hotel juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat sekitar dan pelaku wisata lokal, agar pengembangan wisata alam tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Area kemah Rindu Alam kini terbuka untuk umum dan dapat dimanfaatkan oleh wisatawan individu, komunitas, sekolah, maupun perusahaan yang ingin menggelar kegiatan luar ruangan dengan nuansa alam pegunungan khas Trawas," pungkasnya.