Blora, MEMANGGIL.CO - Tanggal 6 Maret 2021 bukan sekadar penanda waktu bagi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora. Hari Sabtu di Hotel Grand Mega Cepu itu menjadi momentum penting konsolidasi internal partai berbasis nahdliyin tersebut. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab), PKB Blora kembali meneguhkan arah kepemimpinan dan strategi organisasinya.
Dalam forum tertinggi tingkat cabang itu, H. Abdul Hakim kembali dipercaya memimpin DPC PKB Blora untuk periode 2021-2026. Ia terpilih untuk kali kedua secara berturut-turut, sebuah capaian yang terbilang unik, mengingat Abdul Hakim bukan figur yang terjun langsung atau “nyemplung” ke jabatan eksekutif maupun legislatif. Kepemimpinannya dijalankan dari jalur struktural partai.
Pada periode ini, komposisi pengurus inti mengalami perubahan. Posisi Sekretaris DPC PKB Blora diemban oleh H. Mustopa, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Blora. Formasi ini berbeda dengan periode sebelumnya (2016-2021), ketika jabatan sekretaris dipegang oleh H. Mochamad Muchlisin, yang akrab disapa Cak Sin, anggota DPRD Blora.
Selama dua periode memimpin, H. Abdul Hakim sosok pengendali arah kebijakan internal partai. Ia berperan sebagai “starter” mesin organisasi partai dalam menentukan arah konsolidasi tanpa harus memegang jabatan publik. Model kepemimpinan inilah yang banyak diamati di internal partai.
Namun, dinamika politik tak pernah benar-benar berhenti. Menjelang Muscab DPC PKB Blora berikutnya yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, suhu internal partai mulai terasa menghangat. Meski secara kasat mata PKB Blora terlihat solid dan tenang, geliat kontestasi kepemimpinan perlahan mencuat ke permukaan.
“Kondisinya di permukaan memang adem ayem. Tapi asline wes anget,” ujar seorang kader PKB Blora yang enggan disebutkan namanya kepada Memanggil.co, ditulis Selasa (13/1/2025).
Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa Muscab kali ini berpotensi menjadi arena adu gagasan sekaligus momentum regenerasi kepemimpinan. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur yang dinilai layak meramaikan bursa Ketua DPC PKB Blora.
Nama pertama tentu saja H. Abdul Hakim, sang petahana dua periode yang masih dinilai memiliki basis dukungan kuat di struktur partai. Pengalamannya mengelola PKB Blora tanpa embel-embel jabatan publik menjadi nilai tersendiri bagi sebagian kader.
Nama berikutnya adalah H. Mustopa, Ketua DPRD Blora sekaligus Sekretaris DPC PKB Blora. Posisinya dinilai strategis karena berada di persimpangan kekuasaan struktural partai dan lembaga legislatif. Selain memiliki legitimasi politik sebagai pimpinan DPRD, Mustopa juga dikenal dekat dengan basis kader.
Kemudian muncul kembali nama H. Mochamad Muchlisin alias Cak Sin, anggota DPRD Blora yang pernah menjabat Sekretaris DPC PKB Blora. Jam terbang politik dan pengalaman struktural membuatnya tetap diperhitungkan dalam konstelasi internal.
Tak hanya itu, nama H. Abdullah Aminudin, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus mantan Ketua DPC PKB Blora, juga disebut sebagai figur potensial. Basis politik lintas wilayah serta pengalaman memimpin cabang menjadi modal penting dalam bursa Muscab kali ini.
Dari internal DPRD Blora, muncul pula nama H. M. Mukhlisin alias Gus Sin serta H. Ahmad Fahim Mulabby alias Gus Fahim, dua kader PKB Blora ini dinilai memiliki energi, jaringan, dan kedekatan dengan generasi baru pemilih PKB.
“Selain nama-nama itu, saya belum tahu siapa yang paling layak. Tapi yang jelas, Muscab kali ini tidak akan sepi dinamika,” lanjut sumber tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa nama Bupati Blora H. Arief Rohman hampir dipastikan tidak masuk dalam bursa Muscab PKB Blora.
“Kalau Pak Bupati kayaknya nggak lah. Beliau sudah di DPW,” ungkapnya.
Bagi PKB Blora, Muscab kali ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Forum tersebut akan menjadi penentu arah partai ke depan: apakah mempertahankan pola kepemimpinan lama yang stabil, atau membuka ruang regenerasi dengan kombinasi kekuatan struktural dan elektoral.
“Kalau partai lain, generasi tua mulai banyak diubah alias digeser oleh yang muda. Saya nggak tahu PKB Blora nanti akan seperti apa,” tandasnya.
Di tengah dinamika politik lokal dan tantangan konsolidasi menjelang agenda-agenda besar politik daerah, Muscab PKB Blora berpotensi menjadi barometer sejauh mana partai mampu menjaga soliditas sekaligus menjawab tuntutan perubahan dari kader dan basis pemilihnya.
Yang pasti, meski tampak tenang di luar, denyut kontestasi di tubuh PKB Blora mulai berdetak kencang. Muscab kali ini tak hanya soal siapa yang terpilih, tetapi juga tentang arah dan wajah PKB Blora di masa depan.