Blora, MEMANGGIL.CO - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Blora menggelar Rapat Konsultasi Tahun 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Blora.

Rapat Konsultasi tersebut diikuti seluruh jajaran pengurus TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Turut hadir Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah selaku Tim Pembina PKK, camat se-Kabupaten Blora, serta lembaga mitra seperti Baznas, PMI, dan Polres Blora.

Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Aini Shalichah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini digelar sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025.

Ia menekankan pentingnya penyelarasan program dan langkah gerak seluruh jajaran PKK agar sejalan dengan arah kebijakan nasional dan daerah.

“Rapat konsultasi ini menjadi sarana konsolidasi sekaligus penguatan komitmen seluruh kader PKK agar bergerak bersama, satu visi, satu langkah, dan satu tujuan, yakni membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, Rakernas X PKK mengusung tema Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas. Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari keluarga, dengan PKK sebagai motor penggeraknya.

Menurutnya, sejumlah program prioritas yang akan digenjot pada 2026 meliputi penguatan 10 Program Pokok PKK, peningkatan kualitas sumber daya manusia keluarga, pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM dan potensi lokal, serta penguatan tata kelola organisasi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Fokus utama kami adalah mendorong ekonomi keluarga agar lebih mandiri serta memperkuat peran PKK dalam percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.

Sate Pak Rizki

Rapat Konsultasi secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini. Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berbasis keluarga.

“PKK adalah ujung tombak pembangunan keluarga. Tanpa peran aktif para kader, berbagai program pemerintah tidak akan menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput,” tegas Sri Setyorini.

Ia menyebut, program kerja PKK Blora periode 2025–2029 dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah Sesarengan Mbangun Blora Maju dan Berkelanjutan, terutama dalam penguatan karakter keluarga, peningkatan literasi dan ekonomi UMKM, ketahanan pangan, sanitasi, serta percepatan penurunan stunting.

Memasuki tahun anggaran 2026, Wakil Bupati juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat kinerja.

“Efisiensi harus dijadikan momentum untuk semakin kreatif, inovatif, dan memperkuat kolaborasi. Setiap program harus tepat sasaran, berbasis data, dan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Melalui Rapat Konsultasi ini, TP PKK Kabupaten Blora diharapkan mampu menyusun langkah strategis dan program prioritas yang terukur, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.