Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Desa (Pemdes) Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kemajuan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan. Meski saat ini menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, semangat untuk membangun kualitas sumber daya manusia di desa tetap menjadi prioritas utama. 

Kepala Desa Plosorejo, Akhmad Muslih, melalui Sekretaris Desa Plosorejo, Sukisnan, menjelaskan bahwa sebelum adanya efisiensi anggaran, pemerintah desa secara konsisten mengalokasikan dana untuk mendukung guru PAUD dan guru madrasah diniyah (madin).

“Dulu sebelum ada efisiensi anggaran, kami menganggarkan untuk guru madin juga. Itu sebagai upaya kami untuk memaksimalkan pendidikan agama di Desa Plosorejo agar tetap berjalan dan tetap ada,” ujar Sukisnan, pada Memanggil.co, ditulis Minggu (22/2/2026). 

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk insentif sebagai motivasi bagi para tenaga pendidik. Pemerintah desa menyadari bahwa peran guru, terutama guru madin dan PAUD, sangat vital dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan fondasi awal pembentukan kecerdasan dan karakter anak. Sementara madrasah diniyah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak, serta pembelajaran dasar agama di luar sekolah formal. Keduanya menjadi pilar penting dalam membangun generasi yang cerdas dan berakhlak.

Menurut Sukisnan, penganggaran tersebut bukan sekadar bentuk bantuan finansial, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi para guru yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan anak-anak desa.

“Tujuan kami agar guru-guru madin tetap semangat mengajar. Kami ingin pendidikan agama di Desa Plosorejo ini tetap hidup dan berkembang,” tambahnya.

Namun, dengan adanya kebijakan efisiensi dana yang harus diikuti, tahun ini pemerintah desa belum dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk insentif tersebut. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi perhatian desa terhadap dunia pendidikan.

Sate Pak Rizki

Pemerintah Desa Plosorejo tetap berupaya mencari solusi dan peluang dukungan melalui koordinasi dengan pihak terkait, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Harapannya, ketika kondisi anggaran kembali memungkinkan, dukungan terhadap tenaga pendidik bisa kembali direalisasikan.

Lebih jauh, Sukisnan menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah desa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusia.

“Kami percaya kemajuan desa itu bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal pendidikan dan kualitas generasi mudanya. Kalau generasinya baik, desa akan ikut maju,” tegasnya.

Semangat ini menjadi bukti bahwa meski menghadapi keterbatasan anggaran, Desa Plosorejo tetap memegang komitmen kuat untuk memajukan pendidikan.

Pemdes Plosorejo optimistis, dengan kolaborasi antara masyarakat, tenaga pendidik, dan pemerintah, kualitas pendidikan di Plosorejo akan terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.