Blora, MEMANGGIL.CO - Karang Taruna Desa Plosorejo, Kecamatan Kota Blora, terus membuktikan diri sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dan konsisten di tengah kehidupan masyarakat desa. Keberadaannya bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar hadir dan bergerak di berbagai lini kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini disampaikan oleh Ali Anwar, salah satu pengurus aktif Karang Taruna Desa Plosorejo, dalam wawancara yang dilakukan pada Rabu, 26 Februari 2026.

Ali Anwar mengungkapkan bahwa dirinya telah aktif bergabung dan berkontribusi di Karang Taruna Desa Plosorejo sejak tahun 2019 hingga saat ini.

Selama kurun waktu tersebut, organisasi ini terus berkembang dengan anggota yang mayoritas berada di usia produktif, yakni rata-rata antara 23 hingga 27 tahun, dengan rentang usia keseluruhan antara 17 hingga 30 tahun. Regenerasi yang berjalan cukup baik menjadi salah satu kekuatan organisasi ini dalam menjaga keberlangsungannya.

Dari sisi kegiatan, karang taruna secara rutin menyelenggarakan berbagai agenda kemasyarakatan yang sudah menjadi tradisi tahunan, mulai dari peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus hingga rangkaian kegiatan menyambut bulan Ramadan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarpemuda, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara generasi muda dan masyarakat desa secara luas.

Keterlibatan karang taruna tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja. Sejumlah anggota juga aktif terjun langsung dalam program-program desa yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti Posyandu anak, PIK Remaja, serta program Koperasi Desa Merah Putih ada dari Mereka juga.

Sate Pak Rizki

Keterlibatan ini menunjukkan bahwa pemuda desa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan warga.

Terkait keterlibatan dalam forum pengambilan keputusan, Ali Anwar menegaskan bahwa karang taruna tidak pernah absen dari musyawarah desa. "Kita selalu diundang ketika ada musyawarah desa, mungkin belum bisa memberikan kontribusi lebih, tapi kita selalu dilibatkan," ujarnya. Pernyataan ini menjadi bukti bahwa suara pemuda tetap didengar dan dihargai dalam proses pembangunan Desa Plosorejo.