Surabaya, MEMANGGIL.CO – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menaikkan insentif hingga lebih dari tiga kali lipat pada 2026.

Kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat komitmen peningkatan riset dan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari akselerasi menuju kampus berkelas dunia.

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D, menyebut total investasi riset kini mencapai 7,7 atau meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan sebelumnya.

“Ini bentuk dorongan nyata agar dosen lebih aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hambatan-hambatan yang selama ini ada akan kita cari solusinya,” terang Supangat, Rabu (15/04/2026). 

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sekadar sosialisasi Surat Keputusan (SK) Rektor terbaru 2026, melainkan bagian dari strategi akselerasi dan keunggulan perguruan tinggi.

Supangat menjelaskan, akselerasi kampus ditentukan oleh kepemimpinan, implementasi nyata, kolaborasi, serta minimnya hambatan. 

Namun, faktor kunci lain yang harus dibangun adalah komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika.

“Kalau ingin cepat berkembang, komitmen itu harus menjadi penggali utama. Tanpa itu, akselerasi sulit tercapai,” jelasnya. 

Langkah ini juga diarahkan untuk meningkatkan posisi Untag Surabaya di tingkat global. Tahun ini, kampus menargetkan masuk dalam tahapan menuju World Class University (WCU), dengan fokus awal memperkuat posisi di tingkat Asia.

Sate Pak Rizki

Sementara itu, Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., menyebut peningkatan anggaran riset menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendongkrak produktivitas dosen.

“Dengan dana yang naik tiga kali lipat, maka konsekuensinya penelitian dan pengabdian juga harus meningkat seirama,” ujarnya. 

Prof. Slamet mengakui, minat dosen dalam penelitian masih menjadi tantangan, terutama bagi program studi dengan akreditasi yang belum unggul dan dosen yang relatif baru.

Untuk mengatasi hal tersebut, LPPM telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk klinik penulisan proposal hingga pendampingan pengajuan hibah.

“Kalau dosen ingin meningkatkan jabatan akademik, otomatis penelitian dan pengabdian juga harus meningkat. Itu yang terus kami dorong,” tegasnya.

Saat ini, lebih dari 60 persen program studi di Untag Surabaya telah berstatus unggul. Namun, kampus tetap memberikan perlakuan yang sama bagi seluruh prodi, dengan perhatian khusus pada yang masih berkembang.

Dengan kebijakan baru ini, Untag Surabaya optimistis mampu mempercepat peningkatan kualitas riset sekaligus memperkuat daya saing di tingkat internasional.