Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berkolaborasi dalam mendorong lahirnya wirausaha muda.
Langkah itu dinilai krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut, kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencapai sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi alasan kuat pemerintah memperkuat sektor tersebut.
Potensi besar itu harus dioptimalkan melalui peningkatan kapasitas generasi muda. Selain itu, sinergi dengan kampus dinilai penting untuk mencetak entrepreneur baru.
“Kami berkeyakinan karena contoh UMKM saja berkontribusi 60 persen terhadap PDB kita, sehingga potensinya itu besar sekali sebetulnya,” jelas Wamendag Dyah usai menghadiri diskusi interaktif Young Entrepreneurs di Kampus C Unair Surabaya, Selasa (28/04/2026)
Wamendag Dyah juga mengapresiasi inovasi kampus yang telah memiliki inkubator bisnis bagi mahasiswa. Fasilitas tersebut dinilai mampu menjadi jembatan antara ide dan implementasi usaha.
Pemerintah pun membuka peluang kerjasama lanjutan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan. Salah satunya melalui program baru yang menyasar kampus di seluruh Indonesia.
“Kami baru saja launching program Campuspreneur, dengan harapan kita bisa turun ke beberapa kampus di seluruh Indonesia untuk memberikan pendidikan mengenai entrepreneurship,” terangnya.
Tidak hanya fokus pada edukasi, pihaknya juga menekankan pentingnya akses pasar bagi pelaku usaha muda.
Untuk pasar domestik, pemerintah berupaya menghubungkan pelaku UMKM dengan ritel modern serta jaringan distribusi yang lebih luas.
Kehadiran berbagai asosiasi dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat jejaring bisnis. Sehingga, produk lokal dapat lebih mudah terserap pasar.
“Bagi yang mau berjualan di dalam negeri, kita bisa bantu nge link dengan ritel modern contohnya,” katanya.
Sementara itu, untuk pasar global, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas promosi ekspor. Pelaku usaha dapat memanfaatkan perwakilan perdagangan di luar negeri, termasuk Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Dukungan itu diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Selain itu, juga membantu proses pemasaran agar produk lebih dikenal secara global.
“Kalau misalnya ada produk yang ingin ekspor ke luar negeri, kita juga punya fasilitas yang bisa dimanfaatkan melalui atase perdagangan,” tambahnya.
Pihaknya juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu menjadi perhatian utama Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Peningkatan SDM dilakukan melalui pendidikan, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lapangan kerja. Kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan asosiasi menjadi kunci keberhasilan agenda tersebut.
Antusiasme mahasiswa dalam kegiatan itu juga menjadi sorotan. Banyak peserta aktif menyampaikan ide dan pertanyaan terkait dunia usaha.
Bahkan, kehadiran pengusaha sukses diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus mentor bagi generasi muda. Lingkungan seperti ini dinilai penting untuk menumbuhkan keberanian berwirausaha sejak dini.
“Mereka berani untuk menyampaikan pendapat dan semoga bisa menjadi motivator bagi anak-anak muda lainnya di Jawa Timur,” pungkasnya.