Surabaya, MEMANGGIL.CO -Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi integritas, etika, dan kredibilitas dalam seluruh kegiatan akademik dan penelitian, menyusul mencuatnya kasus pencatutan nama ITS dalam sebuah Forum Ilmiah Dunia.

ITS menyatakan telah mencermati berbagai informasi yang beredar terkait dugaan tindakan fraud atau manipulasi riset yang menyeret nama institusi tersebut.

Rektor ITS, Prof. Dr (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST, MSc Eng, PhD, menegaskan bahwa ITS secara konsisten menjadikan integritas akademik, etika penelitian, dan kejujuran ilmiah sebagai prinsip utama dalam setiap aktivitas kampus.

“ITS turut menghormati klarifikasi, verifikasi, dan investigasi yang dilakukan pihak terkait,” ujar Bambang, Sabtu (30/05/2026).

Ia menambahkan, ITS juga mengimbau seluruh pihak agar berhati-hati dalam menyikapi dan menelusuri informasi yang beredar, serta memastikan setiap dugaan kasus dibuktikan secara objektif dan akurat.

Dari hasil penelusuran internal dan proses klarifikasi, ITS menemukan adanya sejumlah informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Salah satunya adalah tidak adanya School of Biomedical Engineering di lingkungan ITS sebagaimana disebutkan dalam salah satu publikasi yang beredar.

“Dalam struktur resmi ITS, yang benar adalah Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering Department,” jelasnya.

Selain itu, ITS juga telah melakukan klarifikasi kepada Dimas Fajar Prasetyo, nama yang tercantum sebagai salah satu kontributor dalam publikasi tersebut. Diketahui, yang bersangkutan merupakan alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS.

Sate Pak Rizki

Namun, Dimas menegaskan bahwa pencatutan namanya dilakukan tanpa izin dan tidak sah. Ia juga memastikan tidak memiliki keterlibatan dalam penelitian maupun mengenal pihak-pihak yang mencantumkan namanya.

“Saya menegaskan bahwa saya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut dan tidak pernah melakukan penelitian tersebut,” ujar Dimas saat dikonfirmasi tim Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS.

ITS secara tegas menyatakan menolak segala bentuk pelanggaran etika penelitian, termasuk manipulasi data, fabrikasi hasil riset, maupun penyalahgunaan nama institusi.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran etik atau penyalahgunaan lebih lanjut, ITS memastikan akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan akademik, hukum, dan regulasi yang berlaku.

“Sebagai institusi pendidikan, ITS berkomitmen untuk terus menjaga marwah akademiknya dan memperkuat standar riset di lingkungan kampus,” tegas Bambang.

Sebelumnya, nama Departemen Teknik Biomedik ITS serta seorang alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan tercatut dalam sebuah publikasi ilmiah pada Forum Ilmiah Dunia, yang kemudian menjadi perhatian publik.