Blora, MEMANGGIL.CO - Rencana penataan dan perbaikan Pasar Hewan Kambing di Kelurahan Jepon  Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka berharap kondisi pasar yang selama ini dinilai kurang layak dapat segera dibenahi agar aktivitas perdagangan ternak berlangsung lebih aman dan nyaman.

Harapan tersebut disampaikan para pedagang saat Kepala Bidang Pasar Daerah Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Fiqri Hidayat, bersama Camat Jepon Andi Nurrohman, Sekcam Jepon Marthin Ukie Andhana, Lurah Jepon Purhadi, dan lainnya melakukan survei lapangan bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Jepon dan Pemerintah Kelurahan Jepon.

Salah seorang pedagang kambing di pasar hewan setempat, Sutik, mengaku bersyukur apabila pemerintah benar-benar merealisasikan rencana perbaikan pasar yang selama ini menjadi tempatnya berdagang.

"Syukurlah yen arep dibangun," ujar Sutik saat ditemui Memanggil.co di lokasi, ditulis Jum'at (5/6/2026). 

Menurutnya, kondisi Pasar Kambing Jepon yang saat ini terlihat tua dan banyak mengalami kerusakan bukanlah persoalan baru. Ia mengaku keadaan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjadi pemandangan yang biasa bagi para pedagang maupun pembeli yang datang ke pasar.

"Cul mbiyen ya nginiki kondisine," katanya yang berarti sejak dahulu kondisi pasar memang seperti itu.

Meski menyadari kondisi bangunan pasar membutuhkan perbaikan, para pedagang tetap bertahan menjalankan aktivitas perdagangan di lokasi tersebut. Pasar Kambing Jepon selama ini sudah menjadi pusat transaksi ternak yang dikenal masyarakat Jepon maupun wilayah sekitarnya.

Setiap hari pasaran Pahing dan Kliwon, lokasi tersebut dipadati pedagang, peternak, hingga pengepul yang datang untuk melakukan transaksi jual beli kambing.

Sutik menilai, keberadaan pasar tersebut sudah memiliki ikatan kuat dengan para pelaku usaha ternak. Karena itu, apabila penataan dilakukan dengan cara memindahkan lokasi pasar, ia meyakini langkah tersebut tidak akan mudah diterapkan.

"Pasar sini seumpama dipindah ya sulit, bakul-bakul do mbalik maneh," ungkapnya.

Sate Pak Rizki

Menurutnya, banyak pedagang kemungkinan tetap akan kembali ke lokasi lama karena sudah terbiasa melakukan transaksi di tempat tersebut. Selain faktor kebiasaan, lokasi Pasar Kambing Jepon juga dianggap strategis dan mudah dijangkau oleh para peternak maupun pembeli.

Pandangan serupa juga kerap muncul di sejumlah pasar tradisional ketika pemerintah melakukan relokasi. Kedekatan pedagang dengan lokasi yang telah lama menjadi pusat aktivitas ekonomi sering kali menjadi pertimbangan utama dibandingkan berpindah ke tempat baru.

Karena itu, sebagian pedagang berharap pemerintah lebih memprioritaskan perbaikan dan penataan fasilitas yang ada daripada memindahkan aktivitas pasar ke lokasi lain.

Sementara itu, hasil survei yang dilakukan Dindagkop UKM Kabupaten Blora menunjukkan sejumlah bangunan pasar memang membutuhkan penanganan segera. Beberapa los terlihat lapuk, tiang penyangga mulai miring, dan sebagian atap mengalami kerusakan cukup parah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pasar masih aktif digunakan sebagai tempat transaksi ternak dengan jumlah pengunjung yang cukup tinggi pada hari-hari pasaran.

Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dindagkop UKM sebelumnya menyatakan tengah menyiapkan dua opsi penanganan, yakni mengusulkan perbaikan melalui Perubahan Anggaran Tahun 2026 atau mengajukan bantuan pendanaan kepada pemerintah pusat.

Bagi para pedagang, yang terpenting bukan sekadar perubahan fisik bangunan, melainkan keberlangsungan aktivitas perdagangan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Karena itu, rencana revitalisasi pasar disambut baik selama tetap mempertahankan fungsi Pasar Kambing Jepon sebagai pusat perdagangan ternak yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat.