Blora, MEMANGGIL.CO - Lomba mural yang digelar Polsek Jepon dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Jepon, Kabupaten  Blora, Jawa Tengah.

Namun di tengah antusiasme kegiatan yang melibatkan puluhan pelajar SMP hingga SMA sederajat se-Kecamatan Jepon tersebut, dukungan yang disampaikan pemerintah kecamatan lebih difokuskan pada promosi hasil karya peserta, bukan pada bantuan pendanaan kegiatan.

Hal itu disampaikan Camat Jepon, Andi Nurrohman melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jepon, Marthin Ukie Andhana, saat menghadiri kegiatan Polsek Jepon Mural Competition yang berlangsung di halaman Mapolsek Jepon pada Kamis (18/6/2026). 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut sebelumnya mendapat perhatian dari berbagai unsur Forkopimcam.

Setelah Koramil Jepon menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai mampu menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda, giliran Pemerintah Kecamatan Jepon menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan lomba tersebut.

Menurut Marthin, Polsek Jepon telah mengambil langkah positif dengan menyediakan ruang bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas melalui media seni mural.

"Kedatangan kami dalam rangka lomba mural Polsek Jepon dalam rangka Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80. Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polsek Jepon dalam hal ini mengakomodir pelajar SMP dan SMA, mewadahi lomba mural," ujarnya.

Ia menilai tidak semua pelajar memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya di ruang publik. Karena itu, keberadaan lomba mural dinilai mampu membuka ruang bagi lahirnya berbagai ide dan gagasan dari kalangan generasi muda.

"Ide, gagasan, bakat, dan minat dari pelajar terwadahi dalam lomba mural di Polsek Jepon ini," katanya.

Meski demikian, saat ditanya mengenai bentuk dukungan konkret dari Pemerintah Kecamatan Jepon agar kegiatan serupa dapat berkembang lebih besar dan semakin ramai di masa mendatang, termasuk kemungkinan dukungan secara finansial, Marthin tidak menyebut adanya bantuan anggaran dari pemerintah kecamatan.

Sebaliknya, dukungan yang akan diberikan lebih diarahkan pada upaya memperkenalkan hasil karya para peserta kepada masyarakat luas.

"Kita nanti mensupport untuk mempromosikan kaitan hasil dari anak mural ini. Nantinya kan kita pajang biar nanti bisa dilihat hasil karyanya oleh masyarakat," jelasnya.

Sate Pak Rizki

Pernyataan yang disampaikan Sekcam Jepon ini menunjukkan bahwa peran yang akan diambil Pemerintah Kecamatan Jepon lebih berada pada aspek publikasi dan apresiasi karya pasca kegiatan berlangsung.

Hasil-hasil mural yang dibuat pelajar diharapkan tidak hanya berhenti menjadi objek penilaian lomba, tetapi juga dapat menjadi media edukasi sekaligus kebanggaan bagi para peserta.

Di sisi lain, pelaksanaan lomba mural ini memperlihatkan besarnya antusiasme generasi muda terhadap kegiatan kreatif. Banyak pelajar dari berbagai sekolah tampak serius menuangkan ide mereka ke dalam karya visual yang mengangkat berbagai tema mulai dari kebangsaan, pendidikan, keamanan hingga hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat.

Antusiasme tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang-ruang kreativitas masih memiliki daya tarik kuat bagi kalangan pelajar. Karena itu, sejumlah pihak menilai kegiatan serupa membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar tidak berhenti pada satu momentum peringatan semata.

Lebih lanjut, Marthin berharap karya-karya yang dihasilkan peserta dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki.

Menurutnya, semakin banyak karya yang ditampilkan kepada masyarakat, semakin besar pula peluang generasi muda untuk mendapatkan apresiasi atas kemampuan yang mereka miliki.

Sementara itu, Polsek Jepon sendiri menjadikan Mural Competition sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Tidak hanya menghadirkan kompetisi seni, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mendekatkan institusi kepolisian dengan kalangan pelajar dan masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, meski dalam bentuk yang berbeda-beda, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak ruang kreatif bagi generasi muda Jepon.

Namun demikian, perhatian publik juga tertuju pada bagaimana bentuk dukungan ke depan dapat berkembang, tidak hanya sebatas apresiasi dan promosi karya, tetapi juga penguatan terhadap keberlangsungan kegiatan kreatif yang melibatkan pelajar di tingkat kecamatan.