Surabaya, MEMANGGIL.CO – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria meminta perguruan tinggi bergerak lebih jauh dari sekadar menghasilkan publikasi ilmiah.
Kampus diminta jadi motor inovasi yang hasilnya langsung dirasakan masyarakat dan industri.
Pernyataan itu disampaikannya saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (04/07/2026).
"Indonesia sudah waktunya bertransformasi menuju innovation-driven economy. Pertumbuhan ekonomi harus bertumpu pada riset, inovasi, teknologi, dan kualitas SDM," kata Arif.
Menurutnya, tantangan terbesar riset nasional saat ini bukan soal jumlah penelitian. Melainkan bagaimana mengubah hasil penelitian di laboratorium menjadi produk, teknologi, atau bisnis yang dipakai masyarakat.
"Diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara kampus, industri, pemerintah, dan dunia usaha agar riset tidak berhenti di rak perpustakaan," ujarnya.
Untuk mendorong itu, BRIN membuka sejumlah skema pendanaan yang bisa diakses perguruan tinggi. Mulai dari Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Program Riset Inovasi Strategis (PRIS), Matching Fund RIIM Startup, alih teknologi, hingga program hilirisasi inovasi.
"Semua skema diarahkan agar riset menghasilkan solusi nyata untuk pangan, energi, kesehatan, industri, hingga ketahanan sosial," jelas Arif.
Rektor Umsura, Prof. Mundakir, mengatakan kampusnya menjadikan penguatan ekosistem riset sebagai fokus utama. Dalam 2 tahun terakhir, Umsura mencatat kenaikan signifikan.
Jumlah hibah penelitian naik dari 56 menjadi 66 judul. Untuk PKM, proposal yang didanai juga meningkat. Total hibah penelitian, pengabdian, dan PKM yang diraih mencapai 248 judul pada 2025 dan 111 judul pada 2026.
Prestasi itu juga mengantarkan Umsura meraih Silver Winner kategori penelitian dan Gold Winner kategori pengabdian masyarakat di BIMA Award 2025.
Kampus ini juga masuk 10 besar perguruan tinggi penerima Grant RIIM BRIN periode 2022-2023.
"Capaian ini jadi modal untuk memperluas kolaborasi dengan BRIN. Kami ingin riset kampus benar-benar memberi manfaat nyata dan mendukung pembangunan nasional," pungkas Mundakir.