Jakarta, MEMANGGIL.CO - Perjalanan rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuju Jakarta diwarnai insiden pelemparan batu saat melintas di Jalan Tol Cikampek-Jakarta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

Sebuah benda keras yang diduga batu bata dilemparkan dari arah jembatan dan mengenai bagian depan salah satu bus yang membawa rombongan. Benturan tersebut menyebabkan kaca depan kendaraan mengalami kerusakan.

Peristiwa itu terjadi ketika bus melintas di sekitar Kilometer 51 Tol Cikampek-Jakarta. Rombongan AMPB diketahui tengah melakukan perjalanan menuju Jakarta.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat melalui layanan darurat 110. Petugas Satlantas Polres Karawang langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi rombongan sekaligus melakukan pengamanan.

Kasatlantas Polres Karawang AKP Sudirianto mengatakan, polisi segera melakukan pengecekan setelah menerima informasi mengenai pelemparan terhadap bus rombongan AMPB.

"Pada saat ada laporan dari 110, langsung meluncur ke TKP. Kemudian melakukan pengawalan sampai ke perbatasan Jakarta," kata Sudirianto.

Pengawalan dilakukan dari sekitar Kilometer 51 hingga Kilometer 41 atau wilayah yang menjadi perbatasan menuju Jakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rombongan dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga pelemparan dilakukan dari sebuah jembatan di sekitar Kilometer 50B Tol Cikampek-Jakarta.

"Pelemparan batu tersebut diduga berasal dari jembatan KM 50B Tol Cikampek-Jakarta," ujar Sudirianto.

Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang untuk mengusut pelaku pelemparan. Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas orang yang diduga melempar batu ke arah bus.

Meski kejadian tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan tol lainnya, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kerusakan yang dilaporkan sejauh ini hanya terjadi pada bagian kaca depan bus akibat hantaman benda keras.

"Enggak ada korban, hanya materi, kacanya pecah," kata Sudirianto.

Polisi tetap melakukan penyelidikan meski rombongan AMPB disebut belum membuat laporan polisi secara resmi terkait kejadian tersebut.

Aparat menilai insiden pelemparan benda keras ke kendaraan yang sedang melaju di jalan tol tidak dapat dianggap sebagai peristiwa sepele. Selain dapat merusak kendaraan, aksi semacam itu berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpang serta memicu kecelakaan.

Karena itu, kepolisian tetap melakukan penelusuran terhadap dugaan pelaku. Petugas juga memastikan perjalanan rombongan AMPB mendapat pengawalan hingga keluar dari wilayah Karawang menuju Jakarta.

Peristiwa tersebut menambah perhatian terhadap aspek keamanan pengguna jalan di ruas Tol Cikampek-Jakarta, khususnya terhadap aksi pelemparan benda dari jembatan yang dapat mengancam kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Hingga kini, polisi masih mendalami kejadian tersebut dan memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas pelemparan batu ke bus rombongan AMPB.