Jombang, MEMANGGIL.CO - Jombang bersiap menghadapi salah satu agenda terbesar Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini. Muktamar ke-35 NU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan dikebut, mulai dari kesiapan arena hingga pengaturan mobilitas peserta dan penggembira.

Forum tertinggi NU tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Ribuan peserta dari berbagai wilayah akan berkumpul di Jombang untuk mengikuti rangkaian agenda organisasi.

Besarnya jumlah orang yang diperkirakan datang membuat persiapan tidak cukup hanya dilakukan di dalam lokasi muktamar. Sejumlah titik di luar arena juga ikut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas.

Panitia lokal kini memastikan setiap kebutuhan teknis dapat diselesaikan sebelum peserta mulai berdatangan dalam jumlah besar. Namun, menjelang pelaksanaan, panitia juga harus menghadapi beredarnya informasi yang belum resmi mengenai layanan penjemputan peserta.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrazaq Sholeh atau Gus Rozak memastikan poster penjemputan yang beredar di media sosial bukan berasal dari Panitia Lokal.

“Panlok sama sekali belum mempublikasikan tim yang akan menjemput muktamirin di bandara maupun di stasiun. Jadi, poster yang beredar itu bukan publikasi resmi Panlok,” ujar Gus Rozak, Senin (24/8/2026).

Klarifikasi itu dikeluarkan agar peserta tidak salah mengambil keputusan saat tiba di Jawa Timur. Informasi mengenai titik kedatangan, kendaraan penjemput dan petugas yang bertanggung jawab harus berasal dari saluran resmi. Panitia tidak ingin informasi yang belum terverifikasi justru membuat peserta kebingungan.

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Selain urusan kedatangan peserta, lalu lintas menjadi persoalan yang harus diantisipasi. Kawasan Tambakberas diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan selama muktamar berlangsung. Kondisi tersebut membuat kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga pergerakan kendaraan tetap lancar.

Satlantas Polres Jombang menyiapkan sistem pengaturan tiga ring di sekitar lokasi kegiatan. Jalan KH Wahab Hasbullah menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian. Jalur tersebut merupakan akses menuju kawasan Tambakberas dan digunakan pula untuk aktivitas distribusi logistik.

Sejumlah kendaraan akan diarahkan menggunakan jalur alternatif apabila kepadatan mulai meningkat. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar arena muktamar sekaligus memastikan akses masyarakat tetap terbuka.

Kepolisian juga mengantisipasi kemungkinan kedatangan massa penggembira yang tidak seluruhnya tercatat sebagai peserta resmi.

Masjid Jadi Titik Singgah

Persiapan Jombang tidak hanya berbicara mengenai jalan raya. Sejumlah fasilitas masyarakat juga disiapkan untuk menghadapi kedatangan warga NU dari berbagai daerah.

Sebanyak 99 masjid yang berada di 21 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Jombang disiapkan sebagai lokasi rest area. Masjid-masjid tersebut dapat menjadi tempat beristirahat bagi peserta maupun penggembira yang membutuhkan tempat singgah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk keterlibatan masyarakat Jombang dalam menyambut pelaksanaan muktamar. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan transportasi berupa 200 becak listrik.

Armada tersebut diproyeksikan membantu mobilitas peserta dan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas selama muktamar. Dengan berbagai fasilitas tersebut, beban mobilitas di sekitar lokasi diharapkan tidak sepenuhnya bertumpu pada kendaraan pribadi.

Arena Muktamar Terus Dikerjakan

Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, pekerjaan persiapan juga masih berlangsung. Sejumlah fasilitas utama disiapkan untuk menunjang sidang dan kegiatan resmi. Tenda-tenda kegiatan didirikan, fasilitas pendingin ruangan dipasang, serta kebutuhan teknis lainnya diselesaikan menjelang hari pembukaan.

Panitia juga menyiapkan kawasan UMKM dan bazar. Ribuan stan disiapkan untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha selama muktamar.

Keberadaan bazar tersebut membuat muktamar tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Pedagang makanan, pelaku UMKM dan penjual berbagai kebutuhan peserta diperkirakan mendapatkan peningkatan aktivitas selama gelaran berlangsung.

Agenda Strategis NU

Muktamar ke-35 NU memiliki arti penting karena menjadi forum pengambilan keputusan strategis organisasi. Para peserta akan mengikuti berbagai sidang dan pembahasan terkait arah organisasi. Agenda kepemimpinan PBNU juga menjadi salah satu perhatian utama dalam rangkaian muktamar.

Karena itu, kesiapan teknis menjadi bagian penting agar agenda organisasi tidak terganggu oleh persoalan di luar ruang persidangan.

Kelancaran transportasi, ketersediaan tempat istirahat, keamanan serta akurasi informasi menjadi pekerjaan yang harus berjalan bersamaan. Panitia pusat dan panitia lokal terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian dapat berlangsung sesuai jadwal.

Jombang Masuk Fase Siaga

Dengan pelaksanaan yang tinggal beberapa hari, Jombang praktis memasuki fase siaga. Arus kendaraan mulai menjadi perhatian. Fasilitas umum disiapkan. Arena muktamar terus ditata. Aparat keamanan mematangkan skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas.

Di sisi lain, panitia mengingatkan peserta untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama mengenai layanan penjemputan. Muktamar NU ke-35 pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang terjadi di dalam arena Tambakberas.

Keberhasilan pelaksanaan juga akan ditentukan oleh bagaimana Jombang menghadapi gelombang manusia, kendaraan, informasi dan aktivitas ekonomi yang akan bergerak hampir bersamaan.