Jakarta, MEMANGGIL.CO - Pergantian Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026) menyisakan sejumlah catatan dari masa singkat Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan. Salah satunya terkait anggaran bantuan sosial (bansos) senilai Rp2,03 triliun yang sempat dijelaskannya sebelum meninggalkan jabatan.

Purbaya tidak lagi menjadi Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet. Kursinya kemudian ditempati Suahasil Nazara, sosok yang sebelumnya berada di posisi Wakil Menteri Keuangan.

Menariknya, pembahasan mengenai bansos Rp2,03 triliun muncul menjelang pergantian tersebut. Pernyataan itu kemudian menjadi bagian dari sorotan terhadap kebijakan fiskal yang ditinggalkan Purbaya.

Bansos sendiri merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Anggaran yang mencapai triliunan rupiah menunjukkan besarnya kebutuhan pemerintah dalam menjaga program bantuan tetap berjalan. Namun, persoalan bansos tidak berhenti pada besarnya anggaran.

Pemerintah juga harus memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Ketepatan sasaran menjadi bagian penting karena program perlindungan sosial menggunakan uang negara.

Dalam konteks itulah penjelasan Purbaya mengenai Rp2,03 triliun menjadi menarik. Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah masih menghadapi kebutuhan belanja yang besar sekaligus tuntutan menjaga kesehatan APBN.

Selama menjabat Menteri Keuangan, Purbaya menjadi salah satu figur penting dalam menjelaskan kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025. Namun, masa tugas tersebut berakhir setelah Prabowo memilih melakukan pergantian menteri.

Suahasil Nazara kemudian dipercaya mengambil alih Kementerian Keuangan. Pengalaman Suahasil di bidang kebijakan fiskal menjadi modal untuk melanjutkan pengelolaan APBN.

Pergantian tersebut bukan berarti seluruh agenda fiskal pemerintah ikut berhenti. Program yang telah dianggarkan tetap harus berjalan, termasuk kebijakan perlindungan sosial.

Justru setelah pergantian menteri, tantangan berikutnya adalah memastikan kesinambungan program sekaligus melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah berjalan.

Bansos menjadi salah satu bidang yang akan terus mendapat perhatian. Pemerintah harus menjaga agar penyaluran bantuan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Anggaran Rp2,03 triliun pada akhirnya menjadi bagian dari dinamika tersebut.

Purbaya telah meninggalkan kursi Menteri Keuangan. Namun, kebijakan anggaran yang dibahas pada masa jabatannya tetap menjadi bagian dari perjalanan APBN pemerintahan Prabowo. Kini, tanggung jawab tersebut beralih kepada Suahasil.

Publik akan menunggu bagaimana Menteri Keuangan baru menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja pemerintah, perlindungan sosial dan disiplin fiskal.

Sebab, pergantian pejabat dapat berlangsung cepat, tetapi pengelolaan uang negara harus terus berjalan dan hasilnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.