Blora, MEMANGGIL.CO - Harapan agar aktivitas perdagangan di Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, segera kembali normal disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman alias Gus Arief. Setelah pembangunan pasar yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalami keterlambatan, Arief berharap para pedagang sudah dapat mulai berjualan secara bertahap pada akhir September 2026.
Harapan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosialnya setelah Tim Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan pengecekan pembangunan Pasar Ngawen.
“Semoga akhir bulan September 2026 nanti pedagang bisa mulai berjualan di Pasar Ngawen secara bertahap,” tulis tulis Gus Arief dalam unggahannya, dikutip Sabtu (19/9/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah proses penyelesaian pembangunan kembali Pasar Ngawen yang menjadi perhatian pemerintah karena proyeknya mengalami keterlambatan.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, pengecekan dilakukan oleh Tim Kantor Staf Presiden (KSP) yang dipimpin Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Armindo Dos Santos Soares, bersama jajaran terkait.
Pengecekan juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Blora dan perangkat daerah teknis.
Pasar Ngawen Dibangun dengan Anggaran Sekitar Rp30 Miliar
Pembangunan kembali Pasar Ngawen merupakan proyek yang didanai melalui APBN dan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Nilai proyek tersebut sekitar Rp30 miliar. Proyek dimulai pada November 2025 dengan masa pelaksanaan yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. Namun, pekerjaan mengalami keterlambatan sehingga pembangunan masih berlangsung setelah batas waktu kontrak.
Keterlambatan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Bupati Blora. Pada akhir Juli 2026, Arief Rohman meninjau langsung pembangunan Pasar Ngawen ketika progres fisik dilaporkan mencapai sekitar 82,72 persen. Saat itu, ia meminta Kementerian PU dan kontraktor memaksimalkan sisa waktu pekerjaan.
Dalam perkembangan terbaru, Tim KSP turun langsung melakukan pengecekan lapangan pada Kamis (17/9/2026).
Kedatangan KSP tersebut berkaitan dengan informasi mengenai keterlambatan pembangunan Pasar Ngawen. Dalam hasil pengecekan, muncul target agar pasar dapat mulai digunakan pedagang secara bertahap pada 27 September 2026.
KSP Soroti Keterlambatan Pembangunan
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Armindo Dos Santos Soares mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi proyek sekaligus melihat kapan pasar dapat digunakan masyarakat, khususnya para pedagang.
KSP menyebut pembangunan mengalami keterlambatan sekitar 30 hari. Dalam pembahasan bersama pihak terkait, 27 September 2026 disepakati sebagai target pasar mulai beroperasi, meskipun sejumlah pekerjaan penyempurnaan masih perlu dilakukan.
“27 September sudah bisa operasional, walaupun belum tentu 100 persen sempurna. Tetapi mulai masuk bertahap dan masyarakat sudah mulai tahu bahwa pasar ini mulai dipakai,” kata Armindo.
Target tersebut sejalan dengan harapan Bupati Arief Rohman agar pedagang dapat kembali beraktivitas di Pasar Ngawen pada akhir September.
Pedagang Menunggu Pasar Kembali Dibuka
Pasar Ngawen memiliki fungsi penting bagi aktivitas perdagangan masyarakat setempat. Karena itu, penyelesaian pembangunan pasar menjadi perhatian, terutama bagi pedagang yang menunggu kepastian kapan dapat kembali menempati tempat berdagang.
Pemerintah Kabupaten Blora sebelumnya menyatakan siap mengelola Pasar Ngawen setelah pasar diserahkan oleh pemerintah pusat.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyampaikan bahwa Pemkab Blora siap melakukan pengelolaan pasar tersebut. Pengelolaan nantinya juga berkaitan dengan penerimaan daerah dari mekanisme sewa atau retribusi kios dan los.
Pemkab juga menyiapkan skema e-retribusi parkir untuk Pasar Ngawen dengan mengacu pada sistem yang telah diterapkan di pasar lain di Kabupaten Blora.
Ada Denda Keterlambatan
Keterlambatan proyek Pasar Ngawen juga membawa konsekuensi kontraktual bagi pelaksana.
Armindo mengatakan, sesuai ketentuan kontrak, keterlambatan pekerjaan dikenai denda. Dalam pengecekan terbaru, ia menyebut denda yang telah berjalan hampir mencapai Rp1 miliar.
Dengan nilai proyek sekitar Rp30 miliar, besarnya denda tersebut menjadi salah satu konsekuensi yang harus ditanggung akibat pekerjaan yang melewati jadwal.
Sebelumnya, pemberitaan mengenai proyek tersebut juga menyebut adanya denda keterlambatan sekitar Rp30 juta per hari.
Harapan Pasar Segera Menggerakkan Ekonomi Ngawen
Bagi Pemerintah Kabupaten Blora, beroperasinya kembali Pasar Ngawen bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik bangunan.
Pasar diharapkan kembali menjadi tempat masyarakat melakukan aktivitas jual beli dan menjadi salah satu penggerak ekonomi di wilayah Ngawen.
Harapan Gus Arief agar pedagang dapat mulai berjualan secara bertahap pada akhir September menjadi penting untuk memastikan masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama setelah pembangunan selesai.
Jika target operasional 27 September 2026 terealisasi, pedagang dapat mulai kembali masuk dan menjalankan aktivitas perdagangan secara bertahap, sembari penyelesaian bagian-bagian yang masih membutuhkan penyempurnaan dilakukan.
Dengan demikian, perhatian berikutnya tertuju pada penyelesaian pekerjaan tersisa serta kesiapan pengelolaan pasar agar ketika mulai digunakan, aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan baik.
Pasar Ngawen sendiri dibangun kembali dengan anggaran sekitar Rp30 miliar dari APBN melalui Kementerian PU. Setelah mengalami keterlambatan, pasar tersebut kini ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir September 2026.