Jakarta, MEMANGGIL.CO - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan puluhan dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Solo Raya yang tidak menjalankan operasional sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan yang dilakukan BGN, tercatat 78 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG terindikasi melanggar aturan operasional program tersebut.

Temuan ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar kualitas gizi dan tata kelola yang ditetapkan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut berkaitan dengan ketidakpatuhan sejumlah pengelola dapur terhadap petunjuk teknis yang telah ditetapkan dalam operasional SPPG.

Menurutnya, kepatuhan terhadap standar operasional sangat penting agar tujuan program pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.

“BGN menemukan sejumlah pelanggaran terhadap juknis dalam operasional SPPG di Solo Raya. Temuan ini menjadi bahan evaluasi penting agar seluruh pelaksana program mematuhi standar yang telah ditetapkan,” ujar Nanik dalam keterangannya, ditulis Senin (9/3/2026). 

Ia mengungkapkan bahwa sebagian dapur MBG tersebut belum menjalankan operasional sesuai prosedur yang diatur pemerintah, baik dari sisi tata kelola, fasilitas pendukung, maupun sistem pengawasan operasional dapur.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Pelaksanaannya dilakukan melalui jaringan dapur atau SPPG yang bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

Sate Pak Rizki

Namun dalam evaluasi terbaru, BGN menemukan bahwa sebagian unit dapur belum memenuhi standar operasional yang diwajibkan dalam program tersebut.

Temuan tersebut kini menjadi bahan evaluasi bagi BGN untuk memperbaiki sistem pengawasan serta memastikan seluruh pelaksana program mematuhi aturan yang berlaku.

BGN menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh dapur MBG di berbagai daerah.

Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai standar serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong seluruh pengelola dapur program MBG untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, mulai dari pengadaan bahan makanan, pengolahan menu, hingga pengawasan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, BGN berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal dan tetap menjaga standar kualitas gizi serta keamanan pangan bagi masyarakat.