Tuban, MEMANGGIL.CO – Suasana internal umat di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban kembali memanas menjelang agenda reuni kimsin yang direncanakan berlangsung awal Mei 2026.
Polemik baru mencuat terkait dugaan perebutan patung Dewa Kwan Kong di dalam area kelenteng.
Ketegangan ini bahkan berujung pada dugaan percobaan pengambilan patung dewa Kwan Kong secara sepihak oleh sejumlah oknum umat dari kubu Go Tjong Ping, Ketua Umum Terpilih TITD Kwan Sing Bio Tuban.
Peristiwa tersebut terjadi di dalam altar utama kelenteng yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Tio Eng Bo, salah satu pengelola TITD Kwan Sing Bio Tuban, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kecolongan atas kejadian tersebut. Ia menyebut tidak ada komunikasi ataupun izin terkait rencana pemindahan patung tersebut.
“Patung itu mau dibawa tanpa permisi dan tanpa sepengetahuan kami. Tidak pernah ada pembicaraan soal peminjaman. Karena itu, terpaksa kami laporkan,” ujar Tio Eng Bo, Rabu, (14/4/2026).
Menurutnya, insiden bermula saat lima orang dari kelompok yang dikaitkan dengan Ketua terpilih, Go Tjong Ping, datang untuk bersembahyang di dalam altar. Namun situasi berubah ketika salah satu dari mereka diduga telah lebih dulu mengangkat patung Dewa Kwan Kong.
“Tiba-tiba patung sudah dibawa, bahkan sudah dibopong. Saya langsung tegur, mau dibawa ke mana,” katanya.
Kelima orang tersebut, lanjut Tio Eng Bo, sempat mengaku hendak membawa patung itu. Namun ia menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan kelenteng berada di pihaknya, termasuk terkait benda-benda sakral di dalamnya.
“Kami yang berwenang di sini. Pengelolaan ada di pihak kami, dan kami mendapat mandat dari Pak Soedomo Kapal Api. Jadi tidak bisa sembarangan dipindahkan,” ungkapnya.
Sementara itu, kubu Go Tjong Ping yang disebut dalam polemik itu belum bisa dihubungi ketika dikonfirmasi lewat telepon.