Tuban, MEMANGGIL.CO – Ketua Umum Terpilih TITD Kwan Sing Bio Tuban, Go Tjong Ping, tetap optimistis pelaksanaan Festival Kimsin yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Mei 2026.

Meski diwarnai penolakan dari sebagian kecil umat, ia menegaskan kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai simbol kerukunan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, festival yang digelar selama tiga hari itu diyakini mampu menarik banyak pengunjung, termasuk dari luar daerah, sehingga berdampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tuban.

“Ini bentuk kerukunan dan bisa membangkitkan perekonomian UMKM di Tuban. Acaranya tiga hari dan yang hadir pasti banyak,” ujar Go Tjong Ping, Sabtu, (25/4/2026).

Ia mengaku heran dengan munculnya penolakan, mengingat kegiatan tersebut telah diputuskan melalui musyawarah umat sebagai forum tertinggi dalam struktur organisasi kelenteng. Bahkan, panitia pelaksana kegiatan telah dibentuk dan melakukan berbagai persiapan.

“Pengelolaan kelenteng ini sudah dikembalikan ke umat anggota di Tuban. Kemarin sudah musyawarah dan persiapan panitia juga sudah berjalan,” jelasnya.

Go Tjong Ping juga menilai penolakan yang muncul patut dipertanyakan, karena dinilai tidak memiliki dasar kewenangan yang kuat sesuai aturan organisasi.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu mengingatkan bahwa pembatalan festival akan berdampak besar terhadap citra Kelenteng Kwan Sing Bio maupun Kabupaten Tuban secara umum.

“Kalau sampai tidak terlaksana, kerugiannya besar. Ini bisa jadi malu bersama, karena yang menyelenggarakan adalah umat sendiri, bukan Tjong Ping,” tegasnya.

Ia pun optimistis festival tetap akan digelar sesuai jadwal dan mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi budaya maupun perekonomian daerah.

Sate Pak Rizki

“Optimis terselenggara. Agenda tetap berjalan pada 1, 2, dan 3 Mei 2026,” tambahnya.

Sementara itu, situasi internal kelenteng sempat memanas menjelang pelaksanaan kegiatan. Bahkan, terjadi aksi penggembokan gerbang oleh pihak yang belum diketahui, yang sempat menghambat akses umat dan tamu dari luar kota, Jumat (24/4/2026).

Kondisi tersebut berangsur kondusif setelah sejumlah pengurus dari kelompok Go Tjong Ping membuka kembali gerbang kelenteng.

Akses pun kembali normal, sehingga aktivitas ibadah dapat berjalan dan persiapan festival terus dilanjutkan.

Insiden tersebut juga sempat memicu reaksi dari Fahmi Fikroni, Ketua Komisi II DPRD Tuban yang melakukan kunjungan kerja ke lokasi.

Mereka menegaskan bahwa Festival Kimsin merupakan agenda umat yang telah disepakati melalui musyawarah dan seharusnya dapat dilaksanakan tanpa hambatan.

“Ini kegiatan umat sendiri dan sudah disepakati dalam musyawarah, jadi seharusnya bisa berjalan,” tegasnya.