Surabaya, MEMANGGIL.CO – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) perkuat kolaborasi dengan para mitra kerja melalui agenda strategis bertajuk “Penguatan Kemitraan dan Pengadaan Bidang Ketenagalistrikan”.
Upaya tersebut diambil untuk memastikan seluruh proses pengadaan di wilayah Jawa Timur dan Bali berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyuapan.
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional melalui tata kelola perusahaan yang bersih.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan, kolaborasi antara PLN dan mitra kerja harus berlandaskan pada komitmen terhadap kualitas dan legalitas.
Ia menginstruksikan seluruh pihak untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara konsisten.
“ Komitmen terhadap integritas dan keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban formal, melainkan fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik dan kinerja bisnis yang berkelanjutan,” kata Ika dalam keterangan resminya, Jumat, 1 Mei 2026.
Selain integritas, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sorotan utama. Manajer K3 UIT JBM mengingatkan, keselamatan nyawa pekerja adalah prioritas tertinggi. Seluruh mitra diwajibkan mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) secara ketat dan memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap tanpa toleransi dalam setiap proses pekerjaan di lapangan.
Sebagai bentuk evaluasi dan motivasi, PLN UIT JBM memberikan penghargaan khusus kepada mitra kerja dengan penilaian kinerja terbaik sepanjang tahun 2025.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan parameter,yakni ketepatan hasil sesuai spesifikasi teknis, ketepatan waktu dan manajemen koordinasi.
Selain itu, kedisiplinan terhadap aturan SMAP dan SMK3.
Melalui penguatan kemitraan ini, PLN UIT JBM optimistis dapat menciptakan ekosistem pengadaan yang lebih kompetitif dan sehat.
" Transformasi ini diharapkan berdampak langsung pada minimalisasi gangguan transmisi, sehingga penyediaan listrik bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur hingga Bali tetap terjaga secara optimal dan andal," ungkap Ika Sudarmaja.