Surabaya, MEMANGGIL.CO – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Science Techno Park (STP) Otomotif memperkenalkan inovasi traktor perahu listrik.
Alat berat ini dirancang khusus untuk mengatasi rendahnya produktivitas pertanian di lahan gambut yang tidak efektif jika menggunakan mekanisasi konvensional.
Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, mengatakan inovasi ini telah menarik perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
"Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan taktis pertanian ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam," terang Bambang saat uji coba di area lahan gambut Kampus ITS, Rabu (15/07/2026).
Ketua tim peneliti, Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT, menjelaskan penggunaan motor listrik mampu memangkas biaya operasional signifikan dibanding traktor berbahan bakar fosil.
Traktor ini juga mendukung kelestarian lingkungan karena rendah emisi karbon.
"Selain itu juga, sistem ini akan meminimalisir degradasi struktur tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi," ujar Manajer STP Otomotif ITS tersebut.
Traktor ini digerakkan motor listrik 10 kilowatt (kW) dengan baterai 140 Ampere per hour (Ah) pada tegangan 72 volt dan arus 32 Ampere.
Daya tahan baterai mencapai 3 sampai 4 jam dalam kondisi penuh. Berdasarkan hasil uji coba, traktor ini diestimasi mampu membajak lahan seluas 1 hektare.
Simulasi dilakukan pada lahan berdimensi 100x100 meter dengan bajak lebar 1,8 meter, sehingga memerlukan 56 lintasan sepanjang 5,6 kilometer.
Keunggulan lain adalah respon torsi instan saat gas diaktifkan dan sumber energi listrik yang murah serta mudah diakses.
Traktor juga dilengkapi sistem display elektronik, pengontrol suhu, dan pemantau tegangan baterai secara real-time.
Tim masih terus melakukan pengembangan. Pada uji coba sebelumnya ditemukan kendala panas berlebih, sehingga ditambahkan sistem pendingin sebagai komponen baru.
Inovasi ini mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2 tentang Kehidupan Tanpa Kelaparan, poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.