Blora, MEMANGGIL.CO - Pertengahan tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar sekitar Rp693 juta. Angka tersebut setara 55 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp1,25 miliar.

Meski baru melewati separuh target, Dinas PUPR menilai capaian tersebut masih berada dalam koridor yang positif. Aktivitas pembangunan yang diperkirakan meningkat pada semester kedua diyakini akan menjadi pendorong utama peningkatan penerimaan daerah hingga akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, mengatakan realisasi PAD hingga Juni menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.

"Hingga Juni 2026 realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp693 juta dari target Rp1,25 miliar," kata Hudda, panggilannya, ditulis Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, penerimaan tersebut berasal dari empat sektor yang selama ini menjadi sumber PAD Dinas PUPR.

Kontributor terbesar masih berasal dari retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Hingga semester pertama, sektor ini telah menyumbang sekitar Rp294 juta atau hampir setengah dari total penerimaan.

Di posisi berikutnya terdapat penyewaan tanah milik pemerintah daerah dengan realisasi sekitar Rp205 juta. Sementara layanan sedot kakus menyumbang Rp102 juta dan penyewaan alat berat menghasilkan sekitar Rp91 juta.

"Retribusi PBG masih menjadi kontributor terbesar PAD di lingkungan Dinas PUPR," ujarnya.

Nidzamudin menjelaskan, tingginya kontribusi PBG tidak lepas dari masih berlangsungnya pembangunan rumah tinggal, bangunan usaha maupun fasilitas lainnya yang memerlukan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung sesuai ketentuan.

Sementara penerimaan dari penyewaan tanah berasal dari optimalisasi aset milik Pemerintah Kabupaten Blora yang dimanfaatkan berbagai pihak. Bentuk pemanfaatannya mulai dari pemasangan jaringan fiber optik, papan reklame atau baliho hingga penggunaan aset daerah untuk kepentingan lainnya.

Adapun target PAD Dinas PUPR tahun 2026 terdiri atas retribusi PBG sebesar Rp700 juta, penyewaan tanah Rp250 juta, layanan sedot kakus Rp150 juta, dan penyewaan alat berat Rp150 juta.

Jika dibandingkan dengan target masing-masing sektor, penerimaan dari penyewaan tanah dinilai telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Begitu pula layanan sedot kakus dan penyewaan alat berat yang masih berpeluang meningkat pada semester kedua.

Nidzamudin optimistis seluruh target tersebut dapat dipenuhi hingga penghujung tahun seiring masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Dinas PUPR.

"Kami optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan," katanya.