Jombang, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora Dr H Arief Rohman atau Gus Arief menyempatkan hadir di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Kehadiran Gus Arief di tengah agenda Muktamar tersebut dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, para kiai sepuh, bu nyai, sahabat lama, hingga muktamirin yang datang dari berbagai daerah.

Momen tersebut dibagikan Gus Arief melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi secara langsung di lokasi perhelatan Muktamar NU.

“Alhamdulillah bisa silaturahmi ke lokasi Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas Jombang,” tulis Gus Arief, dikutip Sabtu (29/8/2026). 

Ia menyebut kesempatan tersebut sekaligus menjadi momentum bertemu dengan sejumlah tokoh yang selama ini memiliki hubungan silaturahmi dengannya.

“Bertemu para kyai sepuh, bu nyai, sahabat lama, dan para muktamirin,” lanjutnya.

Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu agenda penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Forum permusyawaratan tertinggi NU itu mempertemukan para pengurus, ulama, kader, serta perwakilan dari berbagai daerah untuk membahas perjalanan dan masa depan jam'iyah.

Bagi Gus Arief, kehadiran di lokasi Muktamar tidak sekadar menghadiri sebuah kegiatan organisasi. Pertemuan dengan para kiai dan tokoh NU menjadi ruang untuk mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin selama ini.

Suasana Tambakberas selama Muktamar juga mempertemukan banyak tokoh dari berbagai latar belakang. Para muktamirin hadir dengan membawa aspirasi dari wilayah dan cabang masing-masing.

Di tengah dinamika tersebut, silaturahmi menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan antarwarga Nahdliyin.

Gus Arief dikenal memiliki kedekatan dengan lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Karena itu, momentum Muktamar di Tambakberas menjadi kesempatan baginya untuk kembali bertemu dengan para kiai, bu nyai, serta sahabat yang telah lama dikenalnya.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah padatnya aktivitas Muktamar yang dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Sebagai forum tertinggi organisasi, Muktamar ke-35 NU memiliki agenda strategis, termasuk pembahasan berbagai persoalan organisasi dan arah kepemimpinan NU ke depan.

Namun, dalam unggahannya, Gus Arief tidak menonjolkan dinamika politik maupun kontestasi kepemimpinan. Ia justru menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian Muktamar berjalan dengan baik.

“Semoga acara Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama berjalan tertib aman dan lancar, aamiin,” tulisnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan Gus Arief terhadap pentingnya suasana kondusif selama berlangsungnya forum besar NU.

Menurutnya, Muktamar merupakan momentum penting yang harus dijalani dengan tertib agar seluruh agenda organisasi dapat berjalan sesuai rencana.

Kehadiran Gus Arief di Tambakberas juga menjadi bagian dari aktivitas silaturahmi seorang kepala daerah dengan para tokoh agama dan masyarakat.

Selain membawa nama Kabupaten Blora, pertemuan dengan para kiai dan muktamirin juga membuka ruang komunikasi lintas daerah.

Jombang selama beberapa hari menjadi titik pertemuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia. Kehadiran mereka membuat kawasan Tambakberas dipenuhi aktivitas organisasi, keagamaan, maupun silaturahmi.

Dalam suasana tersebut, Gus Arief memilih menyampaikan pesan sederhana berupa doa agar Muktamar berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Harapan itu juga menunjukkan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah forum yang mempertemukan banyak pandangan dan aspirasi.

Muktamar sebagai forum musyawarah tentu menghadirkan beragam gagasan. Perbedaan pilihan dan pandangan menjadi bagian dari dinamika organisasi yang perlu dikelola dengan tetap mengedepankan persatuan.

Bagi Gus Arief, silaturahmi dengan para kiai, bu nyai, sahabat lama, dan muktamirin menjadi bagian dari ikhtiar menjaga hubungan baik di tengah momentum penting NU.

Kehadiran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Muktamar ke-35 NU bukan hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya banyak tokoh dan jaringan sosial Nahdliyin.

Dari Tambakberas, Gus Arief membawa satu pesan utama melalui unggahannya: Muktamar diharapkan berlangsung dalam suasana aman, tertib, lancar, dan memberikan hasil terbaik bagi Nahdlatul Ulama.

“Semoga acara Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama berjalan tertib aman dan lancar,” pungkas Gus Arief.