Blora, MEMANGGIL.CO - Persoalan galian kabel optik di kawasan Jalan Raya Nasional Blora - Cepu kembali masuk agenda pembahasan. Setelah sebelumnya berulang kali dikeluhkan karena membahayakan pengguna jalan, persoalan tersebut baru dijadwalkan dibahas kembali dalam Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Rabu (2/9/2026).
Agenda tersebut tertuang dalam surat Dinrumkimhub Kabupaten Blora tertanggal 31 Agustus 2026. Forum dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Ruang Pertemuan Smart House Dinrumkimhub Kabupaten Blora.
Dalam surat tersebut, agenda kegiatan disebut secara langsung sebagai “Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan pembahasan Penggalian Bahu Jalan Nasional untuk Viber Optik.”
Keluhan Berulang, Pembahasan Kembali Digelar
Persoalan galian kabel optik tersebut sebelumnya telah dikeluhkan karena kondisi di lapangan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Awak media ini juga telah memberitakan persoalan tersebut dengan menekankan agar hasil rapat LLAJ tidak berhenti sebatas notulen.
Kini, persoalan yang sama kembali masuk agenda forum resmi. Pembahasan itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu, setelah keluhan mengenai kondisi galian muncul berulang kali.
Bagi pengguna jalan, persoalan tersebut bukan semata menyangkut pekerjaan pemasangan jaringan kabel. Kondisi galian dan bekas pekerjaan yang berada di sekitar jalur lalu lintas berkaitan langsung dengan keamanan pengguna jalan khususnya pengendara.
Terlebih, kawasan Jalan Raya Nasional Blora - Cepu adalah jalur yang dilalui masyarakat setiap hari. Setiap kondisi jalan yang tidak aman tentunya berpotensi menimbulkan gangguan maupun risiko kecelakaan.
Karena itu, forum yang digelar Rabu nanti diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk membicarakan kembali persoalan lama. Hasil pembahasan semestinya diteruskan dengan langkah konkret di lapangan untuk segera dieksekusi.
Publik juga membutuhkan kepastian mengenai penanganan lokasi tersebut. Jika terdapat kondisi yang membahayakan, perbaikan dan pengamanan seharusnya dilakukan tanpa menunggu keluhan kembali muncul.
Rapat tersebut menjadi momentum untuk memastikan persoalan galian tidak berlarut-larut. Sebab, masyarakat membutuhkan jalan yang aman, bukan sekadar kepastian bahwa persoalan sudah masuk agenda pembahasan.
Pada akhirnya, ukuran penyelesaian bukan terletak pada berapa kali persoalan tersebut dirapatkan. Ukurannya adalah apakah kondisi galian di Jembatan Kidangan benar-benar sudah ditangani dan aman bagi pengguna jalan.
Kini publik menunggu hasil Forum LLAJ pada Rabu (2/9/2026). Setelah berkali-kali dikeluhkan, tentu harapannya persoalan tersebut tidak kembali berakhir sebagai catatan rapat.