Blora, MEMANGGIL.CO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora memanfaatkan momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 untuk memperkuat nilai keagamaan dan keteladanan di lingkungan internal. Salah satunya melalui pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berlangsung di Kantor Kejari Blora, Senin (31/8/2026), dan diikuti jajaran Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, seluruh pegawai Kejari Blora, serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Blora Ny. Lis Khristiya bersama pengurus.
Pengajian tersebut menghadirkan KH Minardi sebagai pemberi tausiyah.
Kepala Kejari Blora Khristiya Lutfiasandhi mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mengambil keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas.
“Pengajian ini menjadi momentum memperkuat nilai keimanan, keteladanan, dan kebersamaan,” ujar Khristiya.
Ia menilai nilai kejujuran dan amanah perlu terus menjadi pijakan jajaran Kejari Blora dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi kesempatan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kejujuran, amanah, serta sikap humanis,” katanya.
Menurut Khristiya, nilai-nilai tersebut relevan dengan pelaksanaan tugas kejaksaan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Karena itu, peringatan Harlah Kejaksaan tidak hanya menjadi momentum melihat perjalanan institusi, tetapi juga menjadi kesempatan melakukan refleksi terhadap tanggung jawab yang diemban setiap insan Adhyaksa.
Rangkaian peringatan tersebut mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”
Tema tersebut menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan kewenangan sekaligus sikap humanis ketika memberikan pelayanan dan menjalankan penegakan hukum.
Bagi Kejari Blora, penguatan nilai spiritual diharapkan dapat berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, keteladanan, kejujuran, amanah dan sikap humanis tidak berhenti sebagai pesan dalam peringatan Maulid Nabi, tetapi menjadi nilai yang terus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.