MEMANGGIL.CO - Dalam rangka mengendalikan dan menstabilkan harga di pasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mencanangkan program baru yaitu, membuat Warung TPID di pasar-pasar Surabaya.

Dilansir dari Antara pada Rabu (29/11), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebutkan agar harga bahan pokok di pasar terjamin atau dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), maka sejumlah pasar di Surabaya dibuatkan Warung TPID.

Hal tersebut sudah terlaksana dan dilakukan oleh para jajaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya di Kota Pahlawan.

"Di Warung TPID itu, sementara dijual beras, minyak dan gula," ujar Eri Cahyadi dalam sebuah keterangan di Surabaya, Rabu (29/11).

Maka dari itu, jika ada warga yang belanja ke pasar lalu menemukan harga yang tidak sesuai dengan HET, maka warga itu bisa langsung mencari warung TPID ini, kata Wali Kota.

Dengan adanya warung TPID tersebut, maka harga bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula di pasaran Surabaya bisa tetap stabil, sehingga para pedagang tidak lagi menjual di atas HET.

"Ini hasil diskusi TPID dengan semua stakeholder di Surabaya, sehingga kami terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga di Surabaya. Insya Allah kalau kita bergerak bersama pasti bisa mengendalikan inflasi Surabaya," jelasnya.

HUT RI

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya melalui Warung TPID terus berupaya mengendalikan dan menekan inflasi.

Selain operasi pasar secara rutin, TPID juga membuka Warung TPID di lima pasar tradisional di Kota Surabaya, seperti Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng Baru, Pasar Tambahrejo, dan satu pasar swasta. Warung TPID ini difungsikan sebagai stokis untuk menyediakan komoditas tertentu, terutama beras, dengan kolaborasi Bulog untuk ketersediaannya.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan pasokan beras di pasar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi, sehingga harga tetap stabil dan terkendali. Agus Priyo menegaskan bahwa Warung TPID juga akan menampilkan harga beras secara transparan melalui monitor harga bahan pokok yang dipasang di pintu masuk pasar.

Hal ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada pembeli mengenai harga rata-rata beras di pasar.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga di pasar-pasar Surabaya.